Pro Kontra Terapi Plasma Konvalesen

MUNGKID, SM Network – Terapi Plasma Konvalesen adalah salah satu alternatif pengobatan bagi penderita Covid-19. Terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma dari orang-orang yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19 kepada penderita yang masih terjangkit virus corona. Namun hingga saat ini, metode tersebut masih menimbulkan pro kontra untuk diterapkan pada kasus Covid-19.

Direktur RSUD Muntilan, dr Sukri mengungkapkan bahwa pro kontra muncul dari beberapa peneliti. Beberapa yang pro mengatakan bahwa terapi ini memiliki manfaat yang signifikan, sebaliknya untuk yang kontra, bahwa metode ini belum memiliki manfaat signifikan. “Selain itu, terapi plasma konvalesen hanya untuk kasus Covid-19 yang berat atau kritis,” ungkap dr. Sukri pada Konferensi Pers Penanganan Covid-19, kemarin.

Pernyataan tidak jauh berbeda keluar dari dr Herlina, Bidang Pelayanan Publik RS Merah Putih. Ia mengatakan bahwa selama ini penerapan terapi plasma konvalesen adalah karena permintaan keluarga pasien. Metode ini masih dalam penelitian tentang penggunaannya terhadap pasien Covid-19. Pihaknya kemudian menambahkan bahwa baru melakukan 3 kali terapi plasma konvalesen dengan satu orang berhasil dan dua yang lain gagal.

“Prosesnya adalah langsung ke RSUP Dr.Sardjito. Kemudian, pendonor diminta kesana untuk diperiksakan langsung dan jika memenuhi persyaratan maka akan dilakukan pengambilan plasma darahnya. Setelah itu akan dibawa ke RS Merah Putih untuk memasukkan plasma ke pasien (Covid-19),” imbuhnya.

Perkembangan Covid-19 di Kabuoaten Magelang sampai saat ini sendiri bergerak ke arah yang lebih baik. Masih ada di zona oranye tetapi dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, dari 21 kecamatan tidak ada yang zona merah, dengan peningkatan wilayah yang berada di zona kuning dari 2 menjadi 4 kecamatan.

“Ini merupakan indikator kemajuan penanganan kita (Kabupaten Magelang) terhadap Covid-19. Data bersumber dari aplikasi Jawa Tengah,” kata Dwi Susetyo selaku Kepala Seksi Survelian dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Tinggalkan Balasan