Prioritas APBD Sleman 2021 untuk Penanganan Covid-19

SLEMAN, SM Network – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sleman tahun 2021 masih diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Selain sektor kesehatan, alokasi anggaran juga difokuskan pemulihan ekonomi akibat pandemi.

“Tahun depan, prioritas anggaran masih untuk penanganan Covid-19 baik menyangkut kesehatan maupun pemulihan ekonomi,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Haris Sutarta, Kamis (17/12).

Disamping itu, beberapa program kesehatan yang dinilai penting dialokasikan lagi pada tahun depan. Ditambahkan Haris, di APBD 2020 ada 8 program yang menjadi prioritas meliputi ekonomi, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, infrastruktur, lingkungan hidup, dan pelayanan publik.

Dari 8 bidang itu, kesehatan menempati urutan ketiga dengan nilai anggaran Rp 250 miliar diperuntukkan 8 program. Paling tinggi adalah pelayanan publik dengan perencanaan 58 program senilai Rp 1.037,37 miliar, disusul lingkungan hidup sebesar Rp 308,37 miliar dengan sasaran 27 program.

“Penanganan Covid-19 termasuk didalam alokasi Rp 250 miliar. Pada tahun 2020, kegiatan program kesehatan semuanya terserap, tidak ada yang tertunda,” imbuh Haris.

Lebih lanjut dia merinci, penanganan Covid-19 tahun ini menghabiskan anggaran Rp 116,37 miliar. Realisasinya untuk penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 53,94 miliar dari total anggaran Rp 55,17 miliar, dan jaring pengaman sosial senilai Rp 20,55 miliar dari alokasi Rp 41 miliar. Lainnya adalah bidang kesehatan yang sampai pertengahan Desember ini terealisasi Rp 41,88 miliar atau sekitar 54 persen dari total biaya Rp 77,32 miliar.

Terkait capaian PAD 2020, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, capaiannya sebesar 107 persen dari target setelah perubahan. “Target awal sebelum ada pandemi adalah Rp 944,48 miliar. Namun setelah ada perubahan, diturunkan menjadi Rp 676,74 dan terealisasi Rp 724,41 miliar,” bebernya.

Capaian yang melebihi target ini paling banyak bersumber dari pajak daerah dengan jumlah Rp 461,56 miliar. Sedangkan retribusi daerah menyumbang perolehan Rp 36,57 miliar.

Tinggalkan Balasan