PPDB SMP Negeri Tersisa Kuota 22 Bangku

SLEMAN, SM Network – Kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP negeri di Kabupaten Sleman masih menyisakan 22 bangku. Sekolah yang belum memenuhi kuota antara lain SMPN 3 Prambanan yang masih membuka kesempatan bagi sembilan calon siswa, SMPN 4 Prambanan delapan calon siswa, dan SMPN 2 Gamping lima calon siswa.

“Untuk SMP negeri, total kuota 7.904 siswa di luar kelas olahraga. Hampir semuanya terisi dan terdapat 22 sisa kuota,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Arif Haryono, Selasa (7/7).

Keseluruhan di Sleman terdapat 54 SMP negeri. Peserta didik yang diterima dari jalur prestasi sebanyak 1.278 siswa, sedangkan jalur radius 950 siswa. Mekanisme lainnya adalah jalur afirmasi KK miskin dimana ada 557 murid yang diterima, anak berkebutuhan khusus 15 siswa, pindah tugas 105 siswa, dan zonasi wilayah 4.953 siswa. Berdasar laporan terdapat beberapa calon siswa yang dinyatakan diterima lewat jalur prestasi maupun zonasi tapi tidak melakukan daftar ulang.

“Pelaksanaan PPDB ini sudah memberikan rasa keadilan. Ada keberpihakan kepada calon siswa yang tidak mampu, dan lokasi rumahnya dekat dengan sekolah,” ujarnya.

Sedangkan untuk SMP swasta, dari daya tampung 6.400 bangku hanya 4.902 siswa yang diterima. Artinya, ada sisa kuota 1.498 calon siswa. Bagi sekolah negeri maupun swasta yang daya tampungnya belum terpenuhi, masih diperbolehkan menerima siswa sampai dengan awal tahun ajaran baru tanggal 13 Juli mendatang. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program wajib belajar 9 tahun. Jika ada siswa dari luar daerah yang hendak mendaftar, diperbolehkan.

Sementara tingkat SD, dari daya tampung 18.055, jumlah siswa yang diterima 13.221. Sehingga, masih ada sisa kuota sebanyak 4.834 siswa. Sama halnya, bagi SD yang belum terpenuhi daya tampungnya juga masih bisa menerima calon murid sampai masa tahun ajaran baru. “Secara umum, pelaksanaan PPDB di Sleman berjalan lancar. Sebab memang waktunya panjang terutama jenjang SMP yang berlangsung hampir satu bulan,” tutup Arif.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan