Poster Bertebaran, Eno – Ridwan Kejar Arif – Rista

KEBUMEN, SM Network – Perpolitikan di Kebumen menghadapi Pilbup 9 Desember 2020 mulai menggeliat. Itu setelah bertebaran poster bakal calon bupati – wakil bupati Eno Syafrudien – Ridwan, Selasa (11/8).

Keberadaan poster dari Eno yang Menantu Wapres KH Ma’ruf Amin beserta pasangannya itu tak pelak mengejar pasangan Arif Sugiyanto – Ristawati Purwaningsih. Di mana sebelumnya, Arif – Rista disebut-sebut sebagai calon tunggal dan posternya sudah lama terpasang di berbagai penjuru Kebumen.

Kini, dengan terpasangnya poster Eno – Ridwan sebagai kandidat baru itu pun seperti menggantikan kotak kosong, yang selama ini cenderung diunggulkan dalam pemberitaan media. Bahkan bermunculan sukarelawan dari berbagai penjuru Kebumen hingga terbentuk Mas Koko, akronim dari kotak kosong.

“Hadirnya kandidat baru ini tentu sebagai jawaban berjalannya demokrasi yang lebih sehat dalam menghadapi Pilbup di Kebumen,” kata pemerhati pendidikan, Kadar, yang ditemui di Rumah Makan Ayam Tulang Lunak miliknya di Barat RSUD Dr Soedirman Kebumen, Selasa (11/8).

Tampaknya, lanjut Kadar, kedua pasangan kandidat tersebut berupaya meraih simpati masyarakat. Terlepas, apakah Eno – Ridwan sudah mendapatkan tiket untuk maju Pilkada serentak tahun ini. Mengingat, Arif – Rista telah mempublikasikan rekomendasi yang diraihnya dari seluruh partai politik pemilik 50 kursi DPRD Kebumen.

Di samping itu, dari sembilan partai politik itu, hampir semuanya sudah mendeklarasikan Arif – Rista. Seolah mereka telah menutup munculnya kandidat baru. “Yang jadi pertanyaan, apakah dengan munculnya poster Eno – Ridwan itu menandakan perubahan arah dukungan dari partai politik tersebut ?,” terang Kadar yang bergelar Doktor itu.

Sementara, dari sejumlah pimpinan partai politik di Kebumen saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan masih berada di barisan Arif – Rista. “Terlepas dari itu semua, masyarakat berharap adanya kompetisi, sehingga demokrasi berjalan dengan sehat,” imbuhnya.

Minimal, ujar Kadar, kompetisi itu mulai dirasakan masyarakat dalam perebutan tiket maju Pilbup hingga menjelang pendaftaran di KPU pada 4 – 6 September. Adapun selanjutnya, setelah masing-masing pasangan kandidat itu mendapatkan tiket hingga ditetapkan sebagai calon tetap, masyarakat akan menilainya. Kemudian menentukan pilihan saat pelaksanaan pencoblosan.

“Semoga dengan munculnya kandidat baru menjadikan demokrasi berjalan dengan sehat dan menghasilkan pemimpin yang diharapkan masyarakat,” ucap Kadar. Lebih dari itu, Kebumen yang tercatat sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah dapat terangkat bersama pemimpin yang legitimate tersebut.


Arif Widodo / K5

4 Komentar

  1. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  2. These are actually great ideas in concerning blogging.

Tinggalkan Balasan