Poster Bagus Roro Purworejo 2020 Dinilai Kontroversi, Ini Sebabnya..

PURWOREJO, SM Network – Poster pendaftaran bagus roro Kabupaten Purworejo, sempat menuai kritik dari masyarakat, baik di media sosial dan grup whatsapp. Poster yang berisi pengumuman dan syarat pendaftaran bagus roro tahun 2020 dinilai memiliki makna ambigu.

Dari pantauan Suara Merdeka di beberapa grup whatsapp dan media sosial, masyarakat mengkritik adanya syarat pendaftaran bagi bagus roro, khususnya roro (wanita) yang hanya tertulis bagi non hijab (tidak berkerudung). Padahal, diketahui mayoritas masyarakat Purworejo adalah muslim.

“Ini poster resmi dari dinas nggih? Pada bagian persyaratan untuk wanita dibawanya tertulis (Non Hijab). Apakah ini kurang ketik , yang seharusnya (Hijab/Non Hijab),” kata salah satu anggota grup Whatsaap Bagelen Channel, yang bernama Agus Fitri, menanggapi poster tersebut.

Komentar tersebut langsung mendapat tanggapan dari beberapa anggota grup lain, yang menyadari adanya kejanggalan di dalam poster pendaftaran bagus roro. Sebagian besar menilai, poster itu harus direvisi agar tidak menimbulkan gejolak masyarakat, kaitanya dengan hal berbau sara.

“Iya ini perlu direvisi, sebelum menimbulkan berita kehebohan lagi,” tanggap anggota lain dalam grup yang sama, dengan nama akun Eko BagelenChannel.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinparbud Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengungkapkan pihaknya kurang teliti dalam membuat poster yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Tidak ada maksud kami untuk melarang hijab. Dalam persyaratan tertulis Non Hijab itu maksudnya mengatur bagi yang tidak berjilbab, agar rambutnya terurai, sedangkan untuk yang berjilbab ketentuan rambut tidak diatur, karena tidak terlihat,” katanya.

Kendati tidak bermaksud menyudutkan pihak tertentu, Woro, mewakili dinas terkait yang membidani penyelenggaraan bagus roro tahun ini, mengucapkan permohonan maaf. Menurutnya, poster tersebut akan segera direvisi sesuai dengan usulan masyarakat.

Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan