PURWOREJO, SM Network – Keberadaan posko gabungan di jalur keluar masuk kabupaten, masih minim APD (Alat Perlindungan Diri) dan logistik. Para relawan dan petugas terpaksa menggunakan alat seadanya untuk memeriksa kesehatan para pendatang/pemudik.

 Hal itu terungkap saat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo, meninjau tiga titik Posko Gabungan Covid-19, yang terletak di Kecamatan Bener, Kecamatan Butuh, dan Kecamatan Bagelen, Selasa (07/04/2020).

 Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur pimpinan DPRD ini juga dibarengi dengan penyerahan bantuan hasil donasi dari seluruh anggota DPRD setempat. Masing-masing posko dan dua keluarga PDP meninggal dunia diberi bantuan senilai Rp 3 Juta.

 Ketua DPRD Purworejo, Dion Aghasi Setiabudi, saat mengunjungi Posko Gabungan Covid-19 di Kecamatan Bener, mengungkapkan, petugas dan relawan posko masih kekurangan APD dan logistik. Fasilitas posko juga masih terbilang seadanya.

 “Posko di Kecamatan Bener ini menggunakan tratag, dan lokasinya di lapangan, sehingga kalau hujan becek dan sulit bagi petugas untuk melaksanakan tugasnya, terutama saat banyak pengunjung yang datang,” ungkapnya, usai menyerahkan bantuan.

 Pada kesempatan tesebut, Dion juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya relawan posko untuk lebih waspada, mengingat di Kabupaten Purworejo terdapat satu orang yang telah dinyatakan positif Covi-19.

 Ia berharap, pemerintah daerah dapat segera memberikan fasilitas kepada seluruh petugas medis, baik yang berada di rumah sakit, puskesmas, maupun posko, mengingat keselamatan mereka adalah yang paling utama.

 “Diperlukan APD, seperti masker dan sarana cuci tangan dan alat lain yang diperlukan. Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah daerah untuk memperkecil resiko para petugas medis dan posko untuk terpapar Covid-19,” pungkasnya.


SM Network/Heru Prayogo

1 KOMENTAR