Positif Korona di Temanggung Bertambah 9 Menjadi Total 64 Orang

TEMANGGUNG, SM Network – Setelah lebaran, kasus korona di Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan cukup signifikan, dengan total mencapai 64 kasus. Dari jumlah 64 tersebut, 32 orang masih menjalani isolasi di RSUD Temanggung, 31 orang dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Adapun untuk kasus baru adalah 9 orang yang hasil swab testnya baru saja keluar.

“Setelah lebaran kita lakukan rapid test secara acak atau random di pasar maupun tempat kerumunan lainnya. Nah, dari 568 orang yang menjalani swab test baru keluar 95 dengan hasil 9 orang dinyatakan positif Covid-19. Kepada yang positif langsung kita lakukan assesment untuk screening dan lain sebagainya di RSUD Temanggung,”ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Temanggung, Gotri Wijianto, Sabtu (6/6) malam.

Menurut dia, dari 9 orang yang dinyatakan positif tersebut 1 orang dari Kecamatan Bejen (buruh dari Yogyakarta), dari Kecamatan Bansari 2 orang (1 perangkat desa, 1 ibu rumah tangga), lalu dari Kecamatan Wonoboyo 6 orang. Dengan demikian, dari jumlah 9 kasus yang terbanyak berasal dari Kecamatan Wonoboyo.

“Dari Kecamatan Wonoboyo yang terbanyak, 4 orang dari klaster pasar di mana 3 orang dari Pasar Batok dan 1 orang dari Pasar Semen. Lalu 2 orang berasal dari transmisi luar, di mana 1 orang pemudik dari Jakarta dan 1 orang pulang dari Amerika. Kami langsung melakukan tracking kepada kontak erat 9 orang tersebut,”katanya.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung yang juga anggota Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung Khabib Mualim mengatakan, bahwa hasil swab merupakan kondisi riil di lapangan saat ini. Total warga Temanggung yang sudah menjalani rapid test 6.332 orang, akan tetapi sejumlah puskesmas terus meminta alat rapid test seperti Puskesmas Parakan, Kandangan, Wonoboyo, Bejen, Tretep, dan Tembarak.

“Saat ini yang paling banyak reaktif itu dari Kecamatan Ngadirejo, sekitar 160-an orang di Puskemas Ngadirejo ada 54 di Puskesmas Banjarsari ada 102 orang. Kita akan terus melakukan rapid test, lebih baik kita menemukan yang sesungguhnya untuk segera ditangani kita obati sampai sembuh supaya tidak menularkan pada orang lain,”katanya.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengaku prihatin dengan adanya penambahan kasus korona di wilayahnya. Dia khawatir sebab ada 500-an orang yang masih menunggu hasil swab sehingga sangat memungkinan jumlah orang positif korona akan semakin bertambah. Namun demikian, dia tegas mengatakan akan terus melakukan tracking agar virus terdeteksi daripada terlihat data sedikit tapi sebenarnya virus menyebar di masyarakat.

“Ini artinya virus korona benar-benar menyebar di masyarakat kita, sehingga kita semua harus selalu waspada hati-hati jangan sampai keluarga kita ikut tertular virus ini. Oleh karena itu selalu disiplin pada protokol-protokol pencegahan Covid-19, ikuti anjuran pemerintah, hindari kerumunan selalu jaga jarak dengan orang lain, sering cuci tangan pakai sabun, wajib pakai masker kemanapun pergi,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan