Pondok Pesantren Sehat dan Ramah Anak di Kebumen

SM/Ist: Peluncuran program ponpes sehat termasuk salah satunya tanpa asap rokok.(Foto: ist)

KEBUMEN, SM Network – Muhammadiyah Steps Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen meluncurkan program ”Pondok Pesantren Sehat dan Ramah Anak” sebagai bentuk komitmen dan kontribusi perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat terkait perilaku hidup sehat.

Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Huda dan Pondok Pesantren Al-Kamal Kebumen yang memiliki tema ”Mengoptimalkan Pondok Pesantren sebagai Akselerator dalam Mewujudkan Generasi Bangsa Indonesia yang Sehat,Unggul dan Berdaya Saing Global”.

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mengungkapkan program tersebut berorientasi kesehatan guna mendukung sarana pembangunan masyarakat, dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan, salah satunya kemiskinan.

”Ini merupakan program promosi kesehatan yang efektif dilakukan dengan melibatkan institusi pendidikan salah satunya pondok pesantren. Terlebih dalam kehidupan islamiyah pesantren mereka sudah memliki dan memegang konsep “jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain”. Maka melalui peran serta kyai, ustadz maupun ustadzah, serta para santri, konsep kesehatan yang bersifat promotif-prefentif dapat diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” papar Yazid.

Edukasi Kesehatan Ia juga menyampaikan kegiatan itu sekaligus menjawab permasalahan pandemic Covid-19 dengan adanya edukasi penerapan protokol kesehatan hingga membuat kawasan tanpa rokok. Semuanya untuk memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat serta penetapan pondok pesantren sehat dan ramah anak sebagai salah satu tempat pendidikan yang ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Project Director Muhammadiyah Steps UMY, dr Supriyatiningsih SpOG MKes menyatakan bahwa kegiatan ini diapresiasi oleh Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai salah satu program terobosan dan inovasi yang berhubungan dengan pembangunan sumber daya manusia.

”Program tersebut terobosan dan inovasi sinkronisasi yang efektif untuk mencapai tujuan Pemerintah Indonesia. Salah satunya pembangunan sumber daya manusia dengan mengatasi dan mencegah future binding constraint yang juga akan dikembangkan di berbagai pondok pesantren Indonesia,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan