SM/Amelia Hapsari - Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata

SLEMAN, SM Network – Distribusi air dari Sistem Penyediaan Air Minim (SPAM) Regional DIY dihentikan untuk sementara waktu. Kondisi ini merupakan imbas dari kerusakan tiga pompa produksi di intake pada Kamis (10/12) lalu.

Penghentian distribusi ini berdampak terhadap gangguan layanan PDAM di wilayah Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. Di Sleman sendiri, ada sekitar 3.100 pelanggan yang terkena efek. “Layanan kami yang mengalami gangguan ada di Kapanewon Gamping, Moyudan, dan sebagian Godean,” kata Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata, Kamis (17/12).

Berdasar informasi yang dia terima dari SPAM Regional, waktu perbaikan pompa belum bisa ditentukan. Sembari menunggu distribusi kembali normal, pihaknya melakukan beberapa upaya. Diantaranya memfungsikan sumur di Patukan, dan mengkoneksikan pipa masuk ke reservoir di Perengdawe Gamping.

Di lain sisi, ada konsekuensi penambahan biaya operasional yang harus ditanggung yakni sekitar 10 persen. Biaya itu diperuntukkan membayar beban listrik, mengkoneksikan jaringan, dan memfungsikan reservoir.
“Akibat gangguan ini, target tahun ini khususnya di bulan Desember juga akan kena pengaruh. Tingkat pendapatan tidak dapat maksimal, sedangkan biaya produksi naik,” katanya.

Dia berharap distribusi air dari SPAM Regional bisa segera lancar. “Awalnya banyak pelanggan yang komplain. Tapi dengan upaya yang kami lakukan, sekarang aliran sudah mulai normal meski tidak sekencang waktu menggunakan SPAM Regional,” ungkap Dwi.

Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum Perkotaan DPUP ESDM DIY Rosdiana Puji Lestari melalui surat edarannya menjelaskan, kerusakan pompa produksi di intake diakibatkan terbakar. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk penanganan kerusakan tersebut. Diperhitungkan butuh waktu paling cepat 7 hari.