Polres Wonosobo Dalami Kasus Pemotongan Dana Bansos Desa Reco

WONOSOBO, SM Network – Kasus dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan oleh Kepala Desa Reco Kecamatan Kertek mencuat setelah warga Dusun Anggrunggondok Desa Reco berbondong-bondong datangi Mapolres Wonosobo baru-baru ini. Kasus yang kini tengah di dalami Polres Wonosobo itu buntut dari pemotongan BST senilai 600 ribu yang diberikan kepada warga dari Kementrian sosial.

Salah satu warga Anggrunggondok, Dadi Panuntun (32) mengatakan, BST yang diambil warga melalui Kantor POS senilai 600 ribu harus dikembalikan terlebih dahulu ke pihak desa melalui RW masing-masing sebelum dibagikan kembali setelah dipotong 200 ribu. “Kata RW ada bantuan dari pemerintah 600 ribu, tapi kalau sudah di Kantor POS jangan bilang dipotong 200 ribu. Kalau sudah diambil nanti uangnya diantarkan ke RW,” katanya saat ditemui, Jumat (29/5).

Dadi Panuntun menjelaskan, pemotongan tersebut tidak hanya di RW tempat ia tinggal saja, namun semua RW wilayah Desa Reco. Pihak desa bedalih, pemotongan tersebut untuk dibagikan kembali kepada warga yang belum mendapatkan BST. “Pihak desa bilang untuk pemerataan. Tapi sampai sekarang juga belum dibagikan, itu juga tanpa persetujuan masyarakat terlebih dahulu,” tandasnya.

SM/Adib Annas Maulana DATANGI : Puluhan warga datangi Mapolres Wonosobo baru-baru ini.

Warga lain, Catur (18) menjelaskan, dalam suatu kesempatan warga dikumpulkan oleh RW masing-masing untuk tanda tangan di kertas kosong. Bagi warga yang tidak mau tanda tangan juga diancam tidak akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah pada tahap ke dua dan ke tiga. Heli Kurniyawan (40) yang juga warga Reco mengatakan, penyalah gunaan wewenang oleh aparat desa tidak hanya dalam pemotongan BST. Pungutan Pologoro juga masih dilakukan oleh aparat desa dengan nominal sekitar 2,5 persen dari harga tanah yang diurus.

Saat didatangi di rumahnya Kamis (28/5), Kepala Desa Reco Suparji belum bisa ditemui. Seorang wanita yang mengaku menantu dari Kades Reco mengatakan, orang tuanya sedang sakit sehingga belum bisa ditemui dan berikan keterangan terkait hal tersebut.
Secara terpisah, Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Ani Sugiharto mengatakan, kasus yang menyeret nama Kepala Desa Reco sedang di dalami oleh Polres Wonosobo. Terkait warga yang berbondong-bondong mendatangi Mapolres, AKBP Fannky menjelaskan, warga diundang untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut.


Adhib Annas M

Tinggalkan Balasan