SM/Dian Nurlita - MARKA: Polres Magelang uji cobakan marka pemberhentian roda dua dan aplikasi e-e-teguran GEMAS GEMILANG.

MUNGKID, SM Network – Guna meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat terhadap peraturan berlalu lintas guna menekan jatuhkan korban kecelakaan lalu lintas, Polres Magelang melaksanakan Ops Patuh Candi 2020 mulai tanggal 27 Juli s.d 05 Agustus. Selain itu Sat Lantas Polres Magelang turut serta mengawal adaptasi kebiasaan baru protokol kesehatan dalam situasi pendemik covid 19.

“Menindaklanjuti rekomendasi WHO mengenai Protokol kesehatan salah satunya adalah Physical Distancing, kami telah berkoordinasi dengan Dinas perhubungan Provinsi Jawa Tengah berinovasi membuat marka pemberhentian roda dua di Traffict Light,” jelas Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Mapolres Magelang Iptu Kukuh Tirto SL, Senin (27/7) saat sosialisasi uji coba marka pemberhentian kendaraan roda dua yang di simpang tiga Depan artos Mall.

Ia menjelaskan bahwa marka tersebut merupakan wujud himbauan secara visual kepada pengguna jalan agar senantiasa menjaga jarak (Physical Distancing) pada saat berhenti menunggu di Lampu Merah. “Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang,” imbuhnya.

Kukuh juga mengatakan mendukung upaya tersebut pihaknya bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Magelang membuat aplikasi e-teguran Gemas Gemilang yakni Gerakan Menggunakan Masker menuju Magelang Gemah Ripah Iman Cemerlang. “Setiap orang yang telah di berikan teguran akan terekam datanya dalam aplikasi tersebut. Sehingga apabila terdapat orang mengulangi pelanggaran protokol kesehatan maupun UULAJ akan di ketahui oleh petugas melalui history pelanggaran yang terdapat dalam fitur aplikasi tersebut,” jelas Iptu Kukuh.

Dengan demikian di harapkan dengan menerapkannya sistem tersebut dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat. “Sebab setiap pelanggar protokol kesehatan dan UULAJ di awasi oleh petugas Satlantas Polres Magelang di lapangan,” tambahnya. Sementara itu Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Fadli, menilai bahwa aplikasi ini dinilai sangat dinamis untuk jenis pelanggaran kasat mata seperti pelanggaran lalin, dan protokol Covid-19. “Ketika pelanggaran lalin akan langsung ditindak. Namun pada masa pandemi ini jika misal tidak membawa masker akan diberi himbauan. Tapi jika mengulang akan mendapat tindakan karena ada rekam jejaknya,” tegas Fadli.

Ia juga menambahkan, bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker masih himbauan. ” Untuk saat ini kami masih memberikan himbauan, serta memberikan masker bagi para pelanggar. Jika banyak yang melakukan pelanggaran, maka aplikasi ini bisa menjadi regulasi bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan sebagai upaya pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Sejauh ini Sat Lantas Polres Magelang telah menghimbau dengan aplikasi e-teguran ini kepada 1538 pengguna jalan yang tidak mengikuti protokol kesehatan dan UULAJ. Diketahui dari banyaknya pelanggaran tersebut di dominasi oleh pelanggaran tidak mengenakan masker. Selain itu juga tidak menjaga jarak utamanya para penumpang angkutan umum. Selebihnya terdapat pelanggar UULAJ. Aplikasi ini juga diterapkan dibeberapa titik pos pemantauan yang berada di pos pantau Secang, Blondo, Muntilan, Salam, Borobudur, dan di simpang 3 Artos Mall (Mertoyudan).


Dian Nurlita/Ita

9 KOMENTAR

  1. 901115 596284Does your weblog have a contact page? Im having a tough time locating it but, Id like to send you an e-mail. Ive got some suggestions for your weblog you may be interested in hearing. Either way, great web site and I look forward to seeing it expand over time. 461649

  2. 780829 392700Aw, this was a actually good post. In concept I wish to put in writing like this moreover ?taking time and actual effort to make an exceptional article?nonetheless what can I say?I procrastinate alot and by no indicates seem to get something done. 483440

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here