Polres Magelang Berhasil Ungkap Penggelapan Senilai Rp 1,7 M

MUNGKID, SM Network – Satreskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus penggelapan dalam jabatan, yang menyebabkan kerugian pada perusahaan senilai Rp 1,7 Miliyar. Hal tersebut dilakukan oleh Nur Edy Wijanarka (44) yang mana ia menjabat sebagai General Manager (GM) di PT. Eti Fire System yang beralamat di Jalan Magelang-Kopeng Km.11 Wonosuko, Kecamatan Tegalrejo, dari tahun 2013 hingga akhir tahun 2019.

Modus yang dilakukan oleh pelaku yakni dengan memerintahkan bagian gudang untuk mengeluarkan barang-barang dengan mengatakan bahwa packing slip (surat perintah pengeluaran barang) menyusul. “Jadi modus yang dilakukan adalah mengambil barang tanpa sepengetahuan. Kemudian barang-barang yang merupakan produk dari PT. Eti dijual kepada orang lain tanpa melalui prosedur resmi penjualan dan tanpa sepengetahuan pimpinan PT. Eti,” jelas Kasatreskrim Polres Magelang Akp Hadi Handoko dalam ekspos kasus yang dilakukan di aula Mapolres Magelang, Selasa (25/8).

Selain itu tersangka juga mempunyai kunci gudang perusahaan dan beberapa kali mengambil sendiri secara langsung barang-barang milik PT. Eti Fire System di gudang. Aksi yang dilakukan oleh pelaku diketahui saat tim Auditor Internal PT. Eti melaksanakan audit terhadap pengririman barang-barang pada tanggal 22 Juni 2020.

“Dari hasil audit tersebut ditemukan ketidaksesuaian dari barang-barang yang dikirim terhadap pesanan yang diterima oleh PT. Eti dengan nilai kerugian kurang lebih Rp1,7 Milyar,” imbuh Akp Hadi.

Diketahui aksi penggelapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. Barang yang digelapkan merupakan perangkat dari sistem pemadam kebakaran. “Untuk harga dalam sekali pemasangan dalam satu sistem yakni Rp 300 juta. Biasanya dipakai di alat berat/kapal pesiar,” katanya.

Dalam kurun waktu satu tahun, aksi yang dilakukan oleh pelaku berdasarkan bukti rekening koran ada 25 kali transaksi.
“Ada 25 kali transaksi, termasuk rekening koran kita sita. Pelaku melakukannya beberapa kali yang dilakukan sendirian dan menjual kepada RK ,” papar Akp Hadi.

Saat dimintai keterangan, tersangka Nur Edy Wijanarka mengaku uang hasil penggelapan digunakan untuk kebutuhan pribadi. “Karena butuh uang. Saya sudah bekerja di sana sejak PT. Eti berdiri yaitu tahun 2005. Dijual dibawah harga pasar. Dari gudang saya angkut menggunakan mobil kantor saat siang hari,” kata Nur Edy.

Sementara itu, saudara RK yang berlaku sebagai penadah mengaku barang tersebut dijual pada perusahaan lain yang berada di luar kota. “Biasaya ya saya jual ke perusahaan lain seperti di Jakarta,” ujar RK.

Pihak kepolisian sendiri berhasil mengamankan sebanyak 70 barang bukti. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan Pasal 64 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan