Polosoro Tegaskan Netralitas Dalam Pilkada

PURWOREJO, SM Network – Polosoro Purworejo yang merupakan wadah para kepala desa, kepala kelurahan, dan perangkat desa kembali menegaskan netralitasnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang juga akan digelar di Purworejo. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Polosoro, Suwarto, saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Polosoro Kabupaten Purworejo.

“Tidak lama lagi akan ada Pilkada bupati wakil bupati. Kami Polosoro netral tidak mendukung siapapun, karena Polosoro bukan mesin politik. Namun kalau secara pribadi monggo silahkan. Meski berbeda pilihan, tapi Polosoro tetap satu. Nantinya siapapun yang terpilih jadi bupati wakil bupati, Polosoro akan siap mendukung sepenuhnya,” kata Suwarto dalam Rakerda yang digelar Sabtu (5/9), di salah satu hotel di Yogyakarta.

Penyelenggaraan Rakerda, lanjutnya, dilaksanakan untuk merumuskan program kerja Polosoro tiga tahun kedepan. Pihaknya berharap dalam program-program kerja ke depan Polosoro dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mulyonya Purworejo dan joyonya Polosoro.

Rakerda yang diikuti 120 pengurus dan anggota Polosoro tersebut berlangsung dua hari hingga Minggu (6/9) sore. Kegiatan juga dirangkai dengan upgrading dengan menghadirkan narasumber Prof Doktor Fajar Sujarwo Guru besar FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Acara dibuka oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, dan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Agus Ari Setiadi.

Ketua Penyelenggara Kegiatan yang juga Kades Krandegan, Dwinanto, menyampaikan bahwa 120 peserta merupakan pengurus dan anggota Polosoro perwakilan dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan Rakerda dan upgrading bertujuan untuk membekali semua pengurus agar dalam melaksnakan tugas amanah dan dapat berjalan dengan baik.

“Juga agar dalam bekerja dapat produktif untuk masyarakat dan untuk Kabupaten Purworejo. Pembekalan disampaikan oleh narasumber dari dosen UGM tentang Kewenangan Desa yang termuat dalam Undang-Undang Desa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agus Bastian menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian aparat desa termasuk kepala desa kepada masyarakat yang tidak mengenal waktu dan selalu bersiaga setiap dibutuhkan. Menurutnya, pengabdian ini harus diapresiasi, sehingga perlu adanya kesejahteraan.

“Kami menyadari kepala desa dan perangkat desa merupakan ujung tombak pembangunan, Sehingga kami terus berupaya meningkatkan kesejahteraan aparat pemerintah desa,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi gerak cepat pengurus Polosoro periode 2020-2023, yang segera melakukan rapat kerja setelah dilantik dan dikukuhkan beberapa waktu lalu. Selain sebagai wahana untuk mempersiapkan langkah dan program kerja ke depan, kegiatan yang dirangkai dengan upgrading tersebut sekaligus diharapkan bisa meningkatkan kualitas anggota Polosoro sebagai aparat pemerintah desa.

“Melalui rapat kerja ini, saya berharap apa yang sudah dirumuskan dalam musyawarah daerah bisa segera direalisasikan, dengan tetap bersinergi bersama pemerintah daerah dan komponan masyarakat lainnya. Tentunya untuk pembangunan dan mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera,” katanya.

Tinggalkan Balasan