Polisi Tahan Supir Truk Penabrak Mahasiswa Hingga Tewas

TEMANGGUNG, SM Network – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Temanggung, menahan Nanang Subardi pengemudi truk bernomor polisi H-1646-RI yang secara tidak sengaja menabrak Jaipun Jawame (22), seorang mahasiswa asal Papua yang akhirnya meninggal dunia. Supir truk berikut kendaraannya kini sudah di tahap di kepolisian, sedangkan yang bersangkutan sampai Kamis (4/6) malam masih dimintai keterangan.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, kejadian nahas itu terjadi di Jalan Raya Pringsurat-Secang pada Kamis (4/6) dini hari. Semula korban bersama rekan-rekannya yang selama ini kuliah di Salatiga hendak menuju Yogyakarta. Sampai tempat kejadian yan bersangkutan berhenti keluar dari kendaraan untuk sebuah keperluan. Namun saat menyeberang muncul truk yang dikemudikan NS karena jarak sudah dekat maka korban tertabrak.

“Karena posisi pejalan kaki tersebut sangat dekat maka sopir tidak bisa menghindari sehingga pejalan kaki tersebut tertabrak.
Kapolres menyebutkan, pejalan kaki tersebut yakni Jaipun Jawame seorang mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Salatiga. Setelah kejadian itu karena takut sopir langsung menyerahkan diri ke Pos Polisi Kaliampo, jadi dia bukan melarikan diri tapi melapor kepada petugas karena takut. Jadi ini bukan tabrak lari,”ujar Kapolres Kamis (4/6) petang.

Setelah mendapatkan laporan dari sopir tersebut, kemudian petugas yang saat itu berjaga di Pos Kaliampo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya dilokasi korban sudah dievakuasi oleh teman-temannya.
Namun karena luka-lukanya yang cukup parah saat menjalani perawatan di RSUD Temanggung korban meninggal dunia.

Kapolres mengatakan, pihaknya sudah menghubungi langsung Polres Salatiga untuk tindak lanjut dari korban ini. Informasi terakhir, Polres Salatiga juga sudah berkoordinasi dengan persatuan mahasiswa Papua di Salatiga untuk penanganan korban ini, termasuk dengan Pemerintah Daerah Papua untuk pengurusan, apakah nantinya korban ini akan dimakamkan di Salatiga atau dibawa pulang ke Papua.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan