Polda DIY Terjunkan Tim Psikologis, Beri Pendampingan ke Keluarga Korban

YOGYAKARTA, SM Network- Kepolisian Daerah (Polda) DIY menurunkan tim pendampingan psikologis untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban hanyutnya ratusan siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman di Sungai Sempor akhir pekan lalu. Menggandeng sejumlah pihak terkait, menurut rencana, kegiatan pendampingan ini bersama tim relawan lain akan berlangsung selama empat hari hingga berakhir Kamis (27/2) lusa.

Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda DIY AKBP Sulistiyono, mengatakan timnya telah turun sejak kejadian, dengan tugas mendampingi keluarga korban yang saat tersebut belum ditemukan. 

“Kami sejak adanya kejadian, di hari Sabtu (22/2) tim psikolog dari Polda DIY telah terjun ke lapangan, ke SMP N1 Turi dan Puskesmas setempat, dan di hari Minggu (23/2) setelah ditemukannya dua korban terakhir, tim juga terjun ke RS. Bhayangkara untuk melakukan pendampingan ke keluarga korban,” papar Sulistyono yang juga bertugas sebagai Ketua Tim Pendampingan Psikologis Polda DIY, Senin (24/2).

Tim pendampingan psikologis yang diturunkan Polda DIY bekerja tak sendirian. Dengan mendirikan pos pendampingan, mereka juga melibatkan personel dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman lewat Tim Kesehatan Jiwa-nya.

Lalu  Tim Psikolog Puskesmas Kabupaten Sleman dan wilayah DIY, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) dan HIMPSI, Baznas Kabupaten Sleman serta para tenaga relawan psikolog dari Universitas dan Perguruan Tinggi di DIY. Kemudian mahasiswa mata kuliah dan S1 psikologi di Universitas/Perguruan Tinggi dan elemen lain yang terkait.

Sementara itu Kebala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menambahkan kegiatan trauma healing oleh Polda DIY sering dilakukan di setiap peristiwa yang memerlukan kehadiran psikolog. Biasanya merupakan peristiwa bencana alam yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa baik meninggal dunia dan juga luka-luka. 

“Kegiatan ini sering kami lakukan apabila terjadi peristiwa yang memerlukan kehadiran psikolog. Apalagi peristiwa ini menimbulkan trauma yang perlu segera mendapatkan penanganan,” tandas Kabid Humas.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan