PMII Diingatkan Tidak Lupa Akar Sejarah

SLEMAN, SM Network – Pengurus dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diminta agar  tidak melupakan akar sejarah. Belakangan, gerakan kemahasiswaan cenderung hanya menempatkan diri sebagai bagian dari entitas global, tapi lupa entitas tradisionalnya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar PMII Agus Mulyono Herlambang saat pelantikan Pengurus Cabang PMII DIY masa khidmat 2020/2021. “Sekarang ada kecenderungan gerakan mahasiswa telah luput dari akar sejarah, dan melupakan entitas untuk melanjutkan perjuangan pendiri organisasi,” katanya di Masjid Pathok Negoro Plosokuning, kemarin.

Dia mengingatkan bahwa PMII adalah satu-satunya organisasi kemahasiswaan Islam, yang sejak awal mencantumkan Pancasila sebagai asas organisasi. Karena itu, menjadi suatu keharusan bagi anggotanya berada di garda terdepan untuk menentang kelompok yang ingin mengubah garis haluan Pancasila.

Merunut historinya yang panjang, anggota PMII sudah seharusnya melanjutkan cita-cita perjuangan ahlusunnah wal jamaah, bukan sekedar menjadi organisasi yang punya spirit Nahdatul Ulama saja.”Pemaknaannya tidak hanya dakwah agama. Ini bisa dilihat dari kilas balik Walisongo yang melakukan dakwah sembari membuat poros perekonomian, kebudayaan, dan pergerakan,” ujar Agus.

Bagi pengurus yang baru, dia memiliki pesan khusus untuk melebarkan sayap kaderisasi. Ukuran keberhasilan mencetak kader adalah seberapa banyak kampus yang bisa dimasuki. Ketua PMII DIY Yanju Zahara mengatakan, redistribusi kader menjadi visi misi utama organisasi yang dipimpinnya setahun ke depan. Program ini diterapkan agar 2.750 mahasiswa anggotanya mampu menjawab tantangan di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan