PLN UPT Purwokerto Bantu Perajin Sangkar Burung di Sekitar SUTET

KEBUMEN, SM Network – PT PLN (Persero) Unit Induk Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto turut membantu pengembangan kerajinan sangkar burung di Desa Nampudadi, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

Para perajin sangkar burung tersebut tinggal di sekitar Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Pedan-Kesugihan Tower 336-337. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian CSR berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Agung Lestari. Bantuan diserahkan oleh Manager UPT Purwokerto Wahyu Nugroho Santoso yang diwakili oleh Program CSR PLN UPT Purwokerto Tafip Sudono, kemarin.

Bantuan diterima oleh Ketua KUB Agung Lestari Mahasin disaksikan oleh Kepala Desa Nampudadi Rohmat dan anggota kelompok perajin sangkar burung tersebut. Tampak Manager Unit Layanan Transmisi Gardu Induk (ULTG) Wonosobo Daiwan Sekti Aji, Supervisor Gardu Induk Kebumen Ahmad Dhout, Pejabat Pelaksana Lingkungan Arni Kartikaningtyas dan Pejabat Pelaksana K3L ULTG Wonosobo Moch Rouf serta dari Program CSR UPT Purwokerto Diyah Palupi dan Yulia.

Dalam acara itu juga diberikan sosialisasi manfaat dan bahaya listrik yang disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Lingkungan Arni Kartikaningtyas. Warga yang berada di sekitar SUTET diminta untuk menjaga keandalan jaringan listrik. Salah satunya dengan turut menjaga aset transmisi PLN untuk menjaga pasokan listrik.

Pengembangan Ekonomi Program CSR PLN UPT Purwokerto Tafip Sudono berharap bantuan dari PLN UPT Purwokerto tersebut dapat dimanfaatkan oleh para perajin sangkar burung semaksimal mungkin. Pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan perekonomian warga di Desa Nampudadi.

“Di sisi lain, PLN juga meminta kepada para warga untuk cepat memberikan laporan kepada PLN UPT Purwokerto melalui petugas di Gardu Induk Kebumen,” ujar Tafip Sudono di sela-sela acara.

Ketua KUB Agung Lestari Mahasin menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah membantu kebutuhan demi mewujudkan impian industri kecil yang selama ini tertinggal dengan daerah lain. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan membeli peralatan yang mendukung berkembangnya kerajinan sangkar burung.

“Terus terang untuk produksi sangkar burung selama ini kami masih terkendala peralatan yang hanya menggunakan peralatan manual,” ujar Mahasin.

Kepala Desa Nampudadi Rohmat mengakui bahwa banyaknya perajin sangkar burung di desanya masih kurang berkembang. Dijarapkan dengan dukungan dari PLN kerajinan yang sudah ada turun temurun itu bisa berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami berharap bantuan ini bisa berkelanjutan dan dapat meningkatkan kapasitas dan perekonomian perajin sangkar burung di Desa Nampudadi,” ujarnya.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan