SMN/Gading Persada - POS PENGAMAN: Seorang pengemudi sepeda motor melintas di depan Pos Pengamanan Polisi yang berada di wilayah Prambanan, Sleman, kemarin. Pos yang dibangun dalam rangka Operasi Ketupat Progo 2020 juga berfungsi sebagai pos pengawasan kendaraan dari luar DIY yang akan masuk ke wilayah DIY.

YOGYAKARTA, SM Network – Langkah penyekatan di beberapa tempat di DIY untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah dilakukan sejak 24 April lalu. Selain wilayah Jabodetabek yang menjadi zona merah, kendaraan bermotor dari wilayah Surabaya Raya yang akan masuk DIY saat ini juga diwaspadai.

Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek, Dinas Perhubungan DIY, Sigit Budi Raharjo pembatasan bagi kendaraan asal Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ini diperketat berlaku menyusul adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah tersebut yang diterapkan sejak 28 April kemarin. Pengetatan ini menyusul sebelumnya hanya membatasi pelat kendaraan dari Jabodetabek dan Semarang

“Kalaupun tetap ingin masuk, kendaraan dari zona merah harus menerapkan protokol kesehatan serta wajib disertai surat keterangan sehat. Semua penumpang dari zona merah juga wajib pakai masker,” tegas dia.

Sigit menuturkan, kebanyakan pengendara yang mudik ke DIY datang pada waktu malam hari.

“Dari yang kami pantau kebanyakan datang pada malam hari. Satu mobil itu ada lima hingga enam orang, jadi mereka tak melakukan physical distancing yang berpotensi menyebarkan virus,” katanya.

Tak hanya pemudik yang mengendarai mobil pribadi, Sigit mengatakan pihaknya juga melarang tiga bus dari Surabaya masuk ke DIY. Hal ini terjadi pada Minggu (26/4).

“Mereka tidak melakukan arahan dari pemerintah untuk membatasi jumlah penumpang dan tak menerapkan physical distancing. Jadi satu bus berkapasitas 40 kursi diisi 39 orang. Sehingga kami minta putar balik,” katanya.

Terkait apakah ada penolakan dari pemudik dan penumpang, Sigit mengaku mereka cukup kooperatif. Pemudik langsung kembali dan tidak masuk ke wilayah DIY.

“Mereka cukup kooperatif, setelah kami jelaskan akhirnya mau kembali,” imbuhnya.

Sejak 24 April pekan lalu, pihak Dishub DIY dibantu instansi lain seperti TNI/Polri, Satpol PP dan juga Dinas Kesehatan melakukan penyekatan di tiga pintu utama masuk DIY. Yakni di Prambanan,Tempel dan Temon. Akibatnya mereka harus putar balik sesuai kebijakan Pemda yang melarang pemudik dari zona merah untuk masuk ke wilayah DIY. Pelarangan ini berdasarkan instruksi Gubernur DIY dan Surat Edaran (SE) Gubernur DIY Nomor 5/SE/IV/2020 tentang antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran COVID-19 DIY. Para pemudik yang berasal dari zona merah dilarang masuk ke DIY.

“Kemarin sudah ada 15 kendaraan bermotor plat luar kota DIY kami minta putar balik. Jadi semua mobil pribadi maupun bus carter atau umum penumpangnya tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas,” sambung Ipda Slamet Riyanto, salah seorang petugas yang berjaga di Pos Prambanan.

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto membenarkan pihaknya turut menerjukan personel ke tiga titik utama penyekatan tersebut. Hal ini bersamaan dengan dimulainya Operasi Ketupat Progo 2020 yang sudah dimulai sejak 24 April lalu. Total ada 1.705 personel polisi yang diturunkan selama operasi.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, operasi yang digelar selama Ramadan dan Lebaran kali ini terjadi saat Covid-19 masih belum reda,” tambah Yuliyanto.


Gading Persada

6 KOMENTAR