PKB Wonosobo Potensi Pecah

WONOSOBO, SM Network – Pendaftaran calon kepala daerah dalam Pilkada Wonosobo pada 4-6 September kian dekat. Meski tinggal menghitung hari, arah politik beberapa partai di Wonosobo masih terlihat semu.

Pasangan Afif-Albar yang telah lebih dulu mendapatkan rekomendasi dari PDIP dan Demokrat belum mendapat restu dari partai lain, bahkan PKB belum memberikan rekomendasi kepada Muhammad Albar untuk dipinang PDIP meski Albar merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Wonosobo.

Terkait koalisi PKB dan PDIP, Ketua Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah Yusuf Chudlori mengatakan hal itu masih dipertimbangkan oleh internal partai. Gus Yusuf sapaan akrabnya tak berkomentar banyak mengenani potensi pecahnya PKB dalam Pilkada Wonosobo. Gus Yusuf mengatakan pecahnya PKB juga belum tentu terjadi.

“Terkait gabung dengan PDIP kita masih mempertimbangkan, kita lihat saja nanti. dalam minggu ini akan selesai, pertengahan Agustus ini semua selesai,” tandasnya kepada Suara Merdeka, kemarin.

Terkait kabar tidak direstuinya PKB oleh sejumlah Kyai NU Wonosobo jika bergabung dengan PDIP Gus Yusuf menanggapinya dengan santai. Menurutnya, semua pendapat yang ada sah-sah saja, namun ada mekanisme yang harus dijalani dan semua keputusan ada di DPP PKB.

Gus Yusuf menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengakomodasi semua masukan yang ada, namun masukan dari para Kyai menurutnya sangat berharga bagi PKB. Hal itu wajar dilakukan oleh para Kyai, dan itu bukti kecintaan Kyai-kyai pada PKB.

“Kita tidak bisa mengakomodasi semua masukan, namun masukan itu tentu sangat-sangat berharga bagi PKB. Apapun dan siapapun yang nantinya ditunjuk oleh DPP PKB ya monggo kita bareng-bareng kita sengkuyung,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC PKB Wonosobo, Muhammad Albar mengatakan siap menerima apapun keputusan DPP PKB dalam memberikan rekomendasi untuk Pilkada Wonosobo. Terkait kapan rekomendasi akan turun, pihaknya juga belum bisa memastikan hal tersebut.

“Saya siap menerima apapun keputusan dari DPP dengan legowo. Untuk rekomendasi kapan pastinya saya juga belum tahu, kewenenagnan tersebut ada di pusat,” jelasnya saat ditemui Suara Merdeka di Kantor DPRD setempat, Senin (10/8).


Adib Annas M

1 Komentar

  1. 773566 179577An intriguing discussion is worth comment. I believe that you need to have to write much more on this matter, it might not be a taboo topic but usually individuals are not enough to speak on such topics. To the next. Cheers 660082

Tinggalkan Balasan