PKB Soroti Data Bansos Yang Tidak Akurat


WONOSOBO, SM Network – Gejolak di masyarakat terkait karut marutnya data penerima bantuan sosial menjadi perbincangan publik. Tak hanya data yang tidak valid, tumpang tindih penerima juga disoroti Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PKB Wonosobo, Muhammad Albar yang juga wakil ketua DPRD Wonosobo.

Saat ditemui di Kantor DPC PKB Wonosobo, Rabu (13/5), Muhammad Albar mengatakan, banyak laporan dari warga mengenai penerima bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. “Banyak sekali keluh kesah warga yang mengatakan bahwa bantuan sosial dari pemerintah tidak tepat sasaran. Ada juga yang sudah menerima bantuan, kembali menerima bantuan lagi dari dana desa. Jadi banyak warga yang sebenarnya membutuhkan, justru tidak tersentuh bantuan pemerintah,” tandasnya.

Untuk mengatasi banyaknya warga yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah, Muhammad Albar mengatakan, DPC PKB menyalurkan riibuan paket sembako ke guru ngaji dan kyai kampung di Seluruh Kecamatan yang ada Di Wonosobo. Pasalnya, kedua kelompok itu hingga saat ini banyak yang belum tersentuh bantuan. Baik dari pemerintah maupun perorangan. “Kita bagikan sebanyak 1.500 paket sembako ke pada para kyai dan guru ngaji di desa-desa. Para kyai dan guru ngaji ini belum tersentuh bantuan,” katanya.

Menurutnya, para kyai dan guru ngaji di desa-desa juga terdampak dengan adanya pandemi virus corona ini. Lantaran banyak acara keagamaan yang ikut terhenti semenjak ada himbauan dari pemerintah ditiadakan selama masa wabah corona ini. Sehingga pendapatan mereka juga ikut menurun drastis.

Ribuan sembako tersebut, katanya, terdiri dari 10 kg beras, 2 liter minyak dan 2 kg gula pasir. Penyaluran ini akan diberikan pada DPAC di seluruh kecamatan yang ada di Wonosobo. Sehingga hal itu akan langsung menyentuh langsung pada warga yang benar benar membutuhkan. “Kita berterimakasih pada Pimpinan PKB Pusat yang telah membatu kita di daerah. Karenanya bantuan ini bisa terdistribusikan dengan baik,” lanjutnya.

Menurutnya, hingga saat ini banyak warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah. Lantaran data yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga bantuan ini bisa menjadi alternatif ditengah berharapnya warga pada pemerintah.


Adhib Annas M

Tinggalkan Balasan