Pilkada Memanas, Baliho Bacabup Jadi Sasaran

PURWOREJO, SM Network – Meski belum memiliki calon kepala daerah dan wakil kepala daerah resmi yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum, iklim politik di Kabupaten Purworejo kian memanas.

Baru-baru ini, aksi vandalisme terhadap baliho politik marak terjadi. Baliho miliki Kusnomo, seorang tokoh yang digadang menjadi calon kuat yang digadang akan maju sebagai bupati/wakil bupati lewat partai berlambang banteng (PDIP), dirusak oleh orang tak dikenal.

Hingga saat ini belum diketahui apa yang melatarbelakangi dan motif dari aksi tersebut. Bekas kerusakan yang terlihat, baliho-baliho tersebut tampak sobek, ambruk hingga terbakar di beberapa tempat. Pihak dari Kusnomo sendiri mengaku tidak akan menyikapi secara berlebihan terhadap aksi perusakan baliho politiknya.

Saat memberikan konfirmasi kepada wartawan, Kusnomo membenarkan adanya perusakan terhadap baliho-baliho miliknya yang terpasang di beberapa titik strategis seperti Ngombol dan Kutoarjo. Ia mngetahui kejadian tersebut dari tim relawannya di sekitar lokasi kejadian.

“Saya juga sudah turun ke lapangan untuk mengecek langsung bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan. Kalau dilihat dari bekasnya, jelas ini dilakukan oleh orang,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan Terhadap aksi yang dilakukan oknum tersebut ia mengaku tidak menanggapinya dengan serius insiden tersebut. Meski demikian, pihaknya sudah mengantongi nama pelaku dan dari kelompok mana.

“Cukup konsumsi tim kami saja. Publik ndak perlu dibebani dengan informasi yang detail tentang peristiwa ini daripada menjadi polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya santai.

Meskipun sudah mengantongi nama-nama pelaku pengrusakan baliho miliknya, Kusnomo tak mau menyebutkan nama pelaku pengrusakan. Ia mengaku akan melakukan upaya-upaya penanganan yang tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi peristiwa itu, Kasi Penyelelidikan dan Penyidikan Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Endah, menganjurkan pemilik baliho untuk menindaklanjuti masalah ini melalui jalur hukum, yakni dengan cara melapor kepada pihak kepolisian.

“Kalau (pemasangan baliho disertai,red) izin, pemilik bisa melapor kepada polisi, karena perusakan umum itu sudah ranahnya kepolisian. Tetapi perlu digarisbawahi, itu baliho izin atau tidak, kalau tidak justru akan kami tertibkan,” tegasnya.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan