Pilkada Kota Magelang Dimungkinkan Muncul Tiga Pasangan

MAGELANG, SM Network – Peta perpolitikan menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 dinilai masih dinamis. Hal ini mengingat belum turunnya rekomendasi bakal calon dari PDI Perjuangan sebagai pemilik kursi terbanyak di DPRD Kota Magelang dengan 9 kursi.

Termasuk belum turunnya rekomendasi bakal calon dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 3 kursi. Begitu pula belum bersikapnya Partai Hanura yang memiliki 2 kursi, kemudian belum ada kejelasan arah dukungan dari Partai Gerindra dan Partai Perindo yang masing-masing 1 kursi.

Pengamat politik, Eny Boedi Orbawati mengatakan, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi di bursa pencalonan pada Pilkada 2020 di Kota Magelang ini. Meski sekarang sudah muncul satu pasangan bakal calon bernama dr HM Nur Aziz dan KH Mansyur Siraj (Aman).

“Kemungkinan sementara dua pasang bakal calon, yakni pasangan Aman dan pasangan dari PDI Perjuangan. Nah, ada kemungkinan satu pasang lain yang bisa saja muncul, karena masih ada 7 kursi yang belum menentukan sikap,” ujarnya, Rabu (5/8).

Dosen Fisip Universitas Tidar (Untidar) itu menuturkan, dengan 7 kursi dari 4 partai tersebut sudah memenuhi minimal 5 kursi yang disyaratkan KPU untuk bisa mengusung bakal calon. Sehingga, dalam Pilkada nanti dapat dimungkinkan terdapat 3 pasang bakal calon yang bertarung.

“Saya rasa peluangnya besar untuk muncul tiga pasang bakal calon yang bertarung di Pilkada nanti. Meski koalisinya hanya PKB dan Hanura saja juga sudah cukup untuk mengusung bakal calon dan bersaing dengan dua pasang bakal calon lainnya,” katanya.

Mantan Ketua KPU Kota Magelang itu menilai positif jika muncul tiga pasang bakal calon. Sebab, kondisi ini menunjukan demokrasi di Kota Sejuta Bunga berjalan dengan baik dan dinamis. “Sejauh ini iklim demokrasi di Magelang sudah sangat baik. Hampir tidak ada konflik yang keras dan berkepanjangan, sehingga dalam pertarungan Pilkada nanti juga saya kira akan bersaing secara sehat,” jelasnya.

Eny menyebutkan, pada Pilkada tahun 2010 muncul sampai sempat pasangan calon. Tiga pasangan diusung partai politik, sedangkan satu pasangan maju dari jalur independen. Saat itu Pilkada dimenangkan oleh pasangan Sigit Widyonindito dan Joko Prasetyo.

“Jadi, saya mengalami empat pasangan calon. Luar biasa waktu itu persaingannya dan menarik, karena ada pasangan dari jalur independen. Meskipun dari sisi lain potensi konfliknya juga lebih banyak dibanding hanya tiga pasangan, dua pasangan, atau calon tunggal,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Hanura belum menentukan sikapnya dalam Pilkada nanti. Sementara Partai Demokrat, Golkar, dan PKS sudah mengusung pasangan Aman, sedangkan PDI Perjuangan masih menunggu rekomendasi dari DPP.

“Kami masih konsolidasi internal maupun vertikal dengan DPP. Sejauh ini belum ada rekomendasi dukungan dari pusat. Masih menunggu situasi dan kondisi yang tepat. Yang jelas, kami harus berkoalisi kalau ingin mengusung pasangan calon,” ungkap Ketua DPC Partai Hanura Kota Magelang, HIR Jatmiko.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan