SM/dok - PENAMBALAN POHON: Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih memberikan pelatihan penambalan pohon (cavity treatment) dengan tujuan agar pohon-pohon yang rapih atau berlubang tetap terawat dengan baik.



MAGELANG, SM Network – Pemeliharaan pohon dinilai begitu penting, selain untuk menjaga alam tetap hijau juga terlihat estetis. Terutama di wilayah perkotaan, keberadaan pohon sangat berarti agar udara tetap segar dan teduh.

SM/dok – PENAMBALAN POHON: Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih memberikan pelatihan penambalan pohon (cavity treatment) dengan tujuan agar pohon-pohon yang rapih atau berlubang tetap terawat dengan baik. 

Oleh karena itu, Pemkot Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memerhatikan betul keberadaan aneka jenis pohon yang ada. Bahkan, beberapa waktu lalu dilaksanakan pelatihan penambalan pohon (cavity treatment) kepada petugas pemeliharaan pohon dengan tujuan agar pohon-pohon yang rapih atau berlubang tetap terawat dengan baik. 

Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, pelatihan berlangsung selama satu hari dengan dipandu narasumber perwakilan dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus sebagai Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih.

“Pohon-pohon di Kota Magelang ini harus kita rawat. Maka, inovasi baru untuk pohon yang sudah rapuh dan berlubang untuk dilakukan cavity treatment. Kami harap dengan adanya inovasi ini usia pohon bisa menjadi lebih lama. Fungsi pohon juga dapat diefisienkan,” ujarnya di sela pelatihan.

Dia menuturkan, di Kota Sejuta Bunga terdapat sekitar 5.000 pohon yang menghiasi sudut dan ruang terbuka hijau (RTH) kota. Pada tahun 2020 DLH Kota Magelang mencatat, terdapat sekitar 50 pohon yang mengalami lubang.

“Ada beberapa faktor yang membuat pohon berlubang, seperti penyakit dan atau perilaku buruk masyarakat yang membakar beberapa bagian pohon. Hal ini membuat kebugaran dan nilai estetikanya menurun,” katanya.

Kasi Pengelola PJU dan Pertamanan, Teguh Ariyanto menambahkan, kondisi ini menjadi PR tersendiri bagi Pemerintah Kota untuk merevitalisasi pohon tua. Caranya dengan mempertahankan kekuatan fisik pohon, sehingga meminimalisir rawan bencana pohon tumbang.

Kegiatan penambalan pada pohon yang lapuk ini, katanya, merupakan salah satu perawatan yang bertujuan untuk menambah kekuatan dari pohon-pohon tersebut, sehingga mengurangi potensi pohon tumbang. 

“Perawatan ini perlu untuk memastikan pohon-pohon tersebut tetap bisa berfungsi sebagai peneduh dan sebagai fungsi penghijauan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, kegiatan ini diinisiasi sebagi bagian dari komitmen Pemkot Magelang dalam merawat Ruang Terbuka Hijau. Pemkot secara rutin juga telah melakukan perawatan RTH dengan perabasan dan perapian pohon kota. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan terdapat transfer knowledge kepada tenaga pemelihara taman kota, sehingga vegetasi pohon di Kota Magelang dapat lebih  terjaga baik dari sisi fungsional maupun estetikanya,” paparnya.