Pesta Perayaan Tahun Baru tanpa Pembatasan akan Dibubarkan

MAGELANG, SM Network – Tempat hiburan di Kota Magelang dilarang mengadakan pesta perayaan malam tahun baru 2021 tanpa pembatasan. Jika kebijakan ini tidak diindahkan, maka Pemkot Magelang siap membubarkannya.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengatakan, Pemkot sudah mengeluarkan larangan untuk perayaan malam tahun baru di tempat-tempat hiburan tanpa pembatasan. Bila tidak kooperatif, pihaknya tak segan akan membubarkannya.

“Kami siapkan seluruh personel disiapkan untuk melakukan pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2021. Kami rutin akan menggelar patroli dan razia bekerja sama dengan Polres Magelang Kota maupun TNI dari Kodim 0705/Magelang,” ujarnya, Jumat (18/12).

Dia menuturkan, larangan perayaan tahun baru ini untuk mencegah terjadinya kerumunan massa dan memutus mata rantai penularan Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini. Patroli akan difokuskan di beberapa titik, yakni kawasan Alun-alun Kota Magelang, tempat pariwisata, tempat usaha seperti restoran, dan juga cafe.

“Rncanan kami akan lakukan pendekatan persuasif mulai saat ini dengan pengusaha hotel dan restoran, untuk bersama-sama menghindahkan kesepakatan ini,” katanya.

Menurutnya, jam operasional tempat usaha seperti restoran, cafe, dan pusat perbelanjaan sesuai aturan maksimal pada pukul 22.00 WIB. Sementara tempat wisata, malam hari tidak diperbolehkan beroperasi.

“Tidak dibolehkan adanya kegiatan di malam tahun baru seperti pesta pergantian tahun dan sebagainya. Aturannya tetap, semua menghindari kerumunan,” tandasnya.

Singgih menambahkan, pihaknya akan mengerahkan personel untuk melakukan patroli dan pengawasan pada malam pergantian Tahun Baru 2021. Pengawasan ini juga melibatkan aparat dari jajaran samping, yakni TNI dan Polri.

“Termasuk juga pengamanan Natal kita fokuskan di tempat-tempat ibadah. Kami kedepankan dialog secara persuasif sebelumnya, sehingga potensi kerumunan bisa dicegah, dengan keterlibatan para pemuka agama,” jelasnya.

Dia memastikan, pihaknya tidak akan pernah kendur dan berhenti dalam melakukan pengawasan dan penegakan peraturan daerah di tengah pandemi Covid-19 ini. Ia pun mengaku terus melakukan penindakan bagi para pelanggarnya.

“Untuk tempat usaha jika tetap melanggar ketentuan bersama ini, kami akan laporkan legalitas izinnya. Itu menjadi salah satu tindakan tegas, karena kalau izinnya dibekukan, maka tempat usaha tersebut bisa saja ditutup secara permanen,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menegaskan, antisipasi kerumunan massa perlu dipertegas karena penyebaran Covid-19 di wilayah setempat yang masih tinggi. Ia menekankan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berasama memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi tentang protokol kesehatan berikut penegakkannya harus terus dilakukan. Termasuk di tempat-tempat yang berpotensi kerumunan karena langkah seperti ini menjadi upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan