SM/Asef F Amani - PELATIHAN KERJA: Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz memotivasi para peserta program pelatihan kerja di BLK Disnaker Kota Magelang.

MAGELANG, SM Network – Peserta program pelatihan tenaga kerja diminta tak patah semangat, selalu berinovasi, dan berdoa. Juga diminta tak hanya mendapatkan ilmu semata, tapi juga mampu mengoptimalkan kemampuan diri.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Magelang, dr Muchammad Nur Aziz saat memberikan motivasi kepada para peserta program pelatihan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Selasa (16/3). Sang dokter sekaligus memotivasi para peserta agar semangat dalam mengikuti pelatihan kerja.

“Catatan, kalian tidak hanya dapat ilmu yang jadi pelajaran, tapi kalian punya modal tangan, kaki, mata, dan otak. Kalau ingin dihargai jadilah orang yang berhasil. Orang berhasil pasti tekun. Kalau gagal, usaha, ulangi lagi, atau pindah usaha. Kalau pantang menyerah pasti berhasil,” ujarnya.

Dia bercerita perjalanan hidupnya sejak dari mahasiswa, menekuni profesi menjadi dokter hingga menjadi orang nomor satu di Kota Magelang saat ini. Sejak mahasiswa, ia sudah berdagang, juga menerima order mengetik skripsi. Lulus menjadi dokter, ia bertugas di pedalaman hutan pulau Kalimantan, bahkan masih melanjutkan pendidikan dokter spesialis dan konsultan.

“Menjadi Wali Kota saya melalui perjalanan panjang. Lulus jadi dokter langsung tugas di pedalaman hutan Kalimantan. Saya juga masih sekolah lagi, karena saya tidak putus harapan, saya berpikir ke depan,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu.

Dia mendorong para peserta untuk inovatif mencari cara bagaimana menawarkan kemampuan diri. Mereka diharapkan bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produk-produknya.

“Kalau tidak punya tempat untuk buka usaha jadi panggilan, manfaatkan online, memang tidak mudah karena berhadapan pada persaingan global, tapi yakin lah pasti bisa,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, dr Aziz menyampaikan program ini seiring dengan visinya menciptakan pengusaha baru (startup) minimal 1 orang per RT di Kota Magelang. Walau begitu, ia tidak akan meninggalkan pelaku usaha kecil yang sudah berjalan.

“Setiap RT harus ada minimal 1 entrepreneur baru/startup, tapi yang lama jangan ditinggal. Kalian harus semangat, berdoa, hemat, dan bersedekah kalau ingin membuka pintu langit rejeki,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan menambahkan, pelatihan ini dibagi 2 kategori, yakni kompetensi dan kewirausahaan. Ada 4 pelatihan yakni tata boga, kecantikan, servis sepeda motor/mekanik dan menjahit. Jumlah peserta sebanyak 64 orang, meliputi 44 orang dari Kota Magelang dan sisanya dari luar kota.

“Pelatihan ini dibiayai APBN, untuk kompetensi masa kerja 30-40 kerja sedangkan kewirausahaan 15 hari. Selama pelatihan mereka mendapat fasilitas seperti kudapan, makan siang, baju kerja dan uang transport masing-masing Rp 25.000,” jelasnya.

Gelombang berikutnya, lanjut Gunadi, akan dibuka program pelatihan marketing online, servis HP dan salon spa. Untuk peserta kompetensi, mereka akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Pelatihan ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran di Kota Magelang. Tahun 2020, rasio mengangguran sebanyak 8,59 persen atau sekitar 6.000-7.000 orang. Sedangkan tahun 2019, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 2.500 orang,” ungkapnya.