SM/Supriyanto - TINJAU RMU: Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH bersama Hj Ristawati Purwaningsih SST MM meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU) di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun.

KEBUMEN, SM Network – Pembanguan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU) yang berada di tepi Jalan Nasional Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen saat ini sudah mencapai 99 persen. RMU ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kebumen yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Guna memastikan proses pengerjaan RMU berjalan lancar, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dan Wakil Bupati Hj Ristawati Purwaningsih SST MM meninjau langsung ke lokasi. Peninjauan didampingi oleh Sekda Ahmad Ujang Sugiono dan beberapa pimpinan OPD.

Bupati menjelaskan bahwa RMU sebenarnya sudah bisa beroperasi namun masih terus dilakukan proses uji coba. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua mesin bisa beroperasi dengan baik dan hasil yang maksimal. Sebab, mesin RMU ini bisa menjadikan kualitas beras terbaik yang dilakukan dengan proses penyaringan dan penggesekan secara berkala.

“InsyaAllah tahun ini sudah bisa beroperasi. Kelebihanya yakni setelah gabah masuk ke sini, beras akan menjadi beras premium dengan cara digesek dan beras itu akan menggkilat tanpa bahan kimia, putihnya juga tidak menggunakan bahan pemutih,” terang Arif.

Arif menambahkan pembangunan RMU tidak lain hanyalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Mengingat masyarakat Kebumen mayoritas adalah petani. Untuk itu RMU berfungsi untuk meningkatkan, harga, mutu, jual dari gabah yang dihasilkan petani.

“Gabah hasil petani nantinya bisa diolah menjadi beras dengan berkualitas tinggi,” tandas Arif.

Pertama di Jateng

Pembangunan SPBT ini merupakan bantuan dari Bank Mandiri dan PT Pertamina yang merupakan usulan Pemkab Kebumen melalui Arif Sugiyanto saat masih menjabat wakil bupati. Adapun kapasitas mampu memproduksi tiga ton beras per jam dengan anggaran diperkirakan menelan biaya senilai Rp 12 miliar.

Sedangkan untuk ukuran lahan kurang lebih seluas 4 hektare di tanah milik desa yang disewa selama 20 tahun. Terkait sistem pengelolaannya, nantinya akan dilakukan BUMDes Bersama. Dana setelah selesai 20 tahun maupun aset akan diserahkan sepenuhnya untuk dikelola oleh Pemdes Kaliputih.

Pembangunan SPBT di Kebumen yang peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno Oktober 2019 merupakan pertama di Jawa Tengah. Sebelumnya sudah dibangun di 11 titik di Jawa Barat. Adanya RMU ini diharapkan dapat berdampak baik bagi para petani di Kebumen, sekaligus menjadi role model bisnis pertanian di Kebumen.

Selanjutnya masyarakat setempat juga akan diberikan pelatihan bagi tenaga pengelola RMU oleh Bank Mandiri dengan mendatangkan para tenaga ahli.