Personel Mahadewa Tampil Memukau di Pinggir Kali Temanggung

“It’s been a long time since I rock and rolled
It’s been a long time since i did the stroll
Oh let me get back, let me get it back
Let me get it back, baby where I come from”…..

Lirik lagu berjudul Rock n Roll milik grup legendaris Led Zeppelin tersebut dibawakan dengan apik oleh Ariem Christiawan (46), basisst Mahadewa yang kini beken dengan Nama Wawan Tmg. Hentakan musik berirama rock n roll berpadu padan dengan warna suara vokalnya yang melengking. Tak pelak hal itu langsung membangkitkan adrenalin penonton yang kemudian memberikan “standing applause”, di Saung Pinggir Kali (Pingkal) Temanggung, Minggu (19/7).

Bagi mereka yang menapaki usia remaja di tahun 1980-an, 1990-an, hingga paruh awal 2000-an, di kala musik rock tengah berada di masa kejayaannya, penampilan Wawan Teaser yang dulu dikenal dengan nama Wawan Rocker ini seolah menjadi pengobat rindu. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir semua aktivitas masyarakat terbelenggu oleh pandemi Covid-19. Sehingga kembalinya Wawan ke Temanggung seolah menjadi anti klimaks penikmat musik cadas di Kota Tembakau.

Tampil dengan diiringi gitaris Ngadiono (Ngadz Gusano) dan drumer Muhammad Herry Erlangga (Angga), pembetot bass di grup Mahadewa dan Andra and The Backbone ini tampil prima. Dia pun menyuguhkan lagu-lagu dari bermacam genre seperti “Honky Tonk Women” (The Rolling Stones), “Lagu Cinta” (Dewa 19), “Sempurna” (Andra and The Backbone), “Just Take My Heart” (Mr Big). Wawan pun sempat berduet dengan Levi adik bungsunya membawakan lagu “Whats’up nya 4 Non Blondes dan sempat mendapat kejutan kue ulang tahun ke-46 dari adik-adiknya di atas panggung.

Argo Warung Racun, salah satu penggemar musik rock mengaku sudah sangat nge fans dengan Teaser band yang digawangi Wawan, sejak masih SMP. Namun setelah grup ini vakum praktis tak lagi bisa menyaksikan performa grub yang nge hits dengan lagu “Si Bandel” ini. Maka penampilan Wawan kali ini seperti menjadi pengobat rindu akan musik-musik cadas, terlebih dalam beberapa bulan terakhir aktivitas masyarakat terbelenggu oleh pandemi Covid-19.

Nama besar Wawan dengan embel-embel Teaser dibelakangnya cukup dikenal di kalangan anak muda, khususnya pecinta musik rock di dasawarsa tahun 90-an. Karena band yang dibentuknya bersama Moyo (gitaris), Aditya Pratama (drum), Ian (vokal), Bonny (keyboard) menjadi juara 1 festival rock se Indonesia ke VIII versi Log Zhelebour tahun 1996, dan lagu “Cari Muka” dinobatkan sebagai lagu dengan aransement terbaik. Nama Temanggung pun sempat terkerek menjadi kiblat musik Rock di Jawa Tengah kala itu.

Namun sejak hijrah ke ibukota di paruh tahun 90-an untuk menekuni karier bermusiknya Wawan pun tak lagi tinggal di kota kelahirannya Temanggung, bahkan Teaser pun tenggelam di dalam gegap gempita musik tanah air seiring kesibukan personelnya masing-masing. Nama Wawan dalam beberapa waktu terakhir kembali moncer setelah bergabung dengan Republik Cinta Management (RCM) di bawah naungan Ahmad Dhani dan dipercaya sebagai orang kedua di RCM untuk menanangani semua proyek musik.

“Perjalanan saya di musik cukup panjang, saya membentuk Teaser tahun 92, lalu tahun 96 menjadi juara 1 festival rock se Indonesia dengan hadiah rekaman satu album. Kala itu untuk masuk dapur rekaman sangat sulit. Seiring waktu berjalan saya kemudian bergabung dengan RCM,”kata alumnus SMA Negeri 1 Temanggung ini.

Meski kini menjadi pemain bass, dulu Wawan mengawali karier bermusik dengan menjadi vokalis cilik di band legendaris Jawa Tengah “Jet Voice”. Pernah membentuk “Kid Rock Band” yang di dalamnya ada nama Nafa Urbach. Paket komplit begitu para musisi menyebutnya sebab selain bisa menyanyi dia juga bisa bermain berbagai macam alat musik, dan kini dipercaya pula menggawangi sound enggineer di Dewa 19 baik saat latihan, manggung, maupun rekaman. Banyak pula artis yang telah ditangani proyek musiknya selain itu Wawan juga sedang merancang solo karir dengan lagu-lagu karyanya sendiri.

Konsistensi menjadi kunci utama keberhasilannya di dunia musik. Asam garam kehidupan di blantika musik Tanah Air telah dilakoninya, tentunya jatuh bangun pernah dirasakan. Tapi kemudian dia bangkit lagi membangun semangat bermusik sebagai jalan hidupnya. Namun Wawan senantiasa menerapkan ilmu padi semakin berisi semakin menunduk, tidak pelit ilmu dan dia berkeinginan suatu saat jika pulang kampung ingin membuat acara santai untuk berbagi kepada anak muda Temanggung bagaimana menekuni profesi di musik.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan