Permintaan Tinggi, Harga Telur Ayam dan Bebek Melonjak

MAGELANG, SM Network – Mendekati Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 harga telur ayam kampung di Pasar Rejowinangun mengalami kenaikan. Hal ini karena permintaan naik, sedangkan stok dari peternak terbatas.

Rohan, salah satu pedagang mengatakan, kenaikan harga telur ayam kampung ini terjadi pada akhir Januari lalu secara bertahap. Hingga kini harganya mencapai Rp 2.300 per butir dari sebelumnya Rp 1.900 per butir.

“Kenaikan terasa sekali menjelang perayaan Imlek, karena permintaan naik, sedangkan stoknya terbatas. Dalam tiga hari ini harganya terus naik dari Rp 200 per butir sampai Rp 300 per butir,” ujarnya di kiosnya, Kamis (4/2).

Dia menuturkan, kenaikan tidak hanya terjadi pada telur ayam kampung, telur ayam broiler juga naik menjadi Rp 23.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga telur ayam broiler sempat anjlok ke angka Rp 19.500 per kilogram.

“Sekarang harganya naik lagi, karena permintaan juga meningkat. Harganya telur ayam broiler memang tergantung juga stok di peternak. Kebetulan stoknya saat ini sedikit, sehingga harganya melonjak lagi,” katanya.

Rohan menambahkan, harga telur bebek juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi telur ayam kampung dan broiler. Harga telur bebek saat ini Rp 2.400 per butir ukuran besar, sedangkan ukuran kecil Rp 2.200 per butir.

“Harga memang naik, tapi penjualan kita tetap ramai. Bagaimanapun telur menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Harganya naik, tapi tetap saja dicari,” jelasnya yang mengaku penjualan tiap hari bervariasi dari seratusan kilogram hingga lebih.

Tinggalkan Balasan