Permintaan Gas Elpiji Stabil


MUNGKID, SM Network – Dampak pandemi Covid-19, sangat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat dan juga para pelaku UMKM. Bahkan, banyak pelaku UMKM di Kabupaten Magelang yang tidak berproduksi. Hal ini mengakibatkan permintaan LPG non subsidi dan BBM semua produk turun drastis.

“Efek dari pandemi covid-19 ini benar-benar dirasakan oleh mereka para pelaku usaha UMKM, sehingga mereka menjadi kesulitan ekonomi akibat turunnya permintaan pasar. Bahkan kami para pelaku usaha migas pun merasakan efek yang luar biasa dimana permintaan BBM turun drastis. Kami berharap bisa bersama-sama menghadapi pandemi covid hingga berakhir nanti,” jelas Ketua Hiswana Migas DPC Kedu, Sutarto Murti Utomo, Kamis (14/5).

Sejauh ini, kata Sutarto, dalam kondisi pandemi Covid 19 ini BBM cenderung turun. Sedangkan untuk LPG subsidi masih datar saja. Namun demikian, pihaknya tetap mengajukan kenaikan kuota untuk BBM dan LPG yang subsidi. “Ini untuk berjaga-jaga saja, seandainya sewaktu-waktu ada kenaikan permintaan pasar. Kami mengusulkan 5 hingga 7 persen saja.

Namun semua tergantung pemerintah daerah dan pertamina, yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu,” ungkapnya. Hal ini juga diakui Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana SE. “Untuk BBM justru menurun saat ini. Adanya korona ini sangat mempengaruhi pemakaian BBM. Dimana orang yang mudik dan keluar rumah menjadi berkurang, yang justru perlu diantisipasi adalah elpiji,” imbuhnya.


Dian Nurlita/Adv

Tinggalkan Balasan