Perlu Pertimbangan, Potensi Penularan Covid-19 di Kota Magelang Masih Tinggi

MAGELANG, SM Network – Potensi penularan virus corona (Covid-19) di Kota Magelang dinilai masih cukup tinggi. Meskipun perkembangan terbaru terdapat dua pasien positif Corona yang dinyatakan sembuh dan keluar dari isolasi.

Masih tingginya potensi ini menjadi pertimbangan penting dalam rencana Pemkot Magelang menerapkan tata kehidupan baru (new normal). Sehingga, apa yang akan diputuskan nanti tidak berdampak buruk bagi perkembangan kasus Covid-19 yang angkanya di Kota Magelang terbilang terendah di wilayah Kedu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum new normal diterapkan di Kota Magelang. Disebutkannya, berdasarkan hasil video conference dengan Menteri PPN/Bappenas, angka reproduksi dasar (disimbolkan dengan R0) yang merupakan perkiraan penularan penyakit di Kota Magelang masih di atas 1.

“Artinya, potensi penularan virus corona di Kota Magelang itu masih cukup tinggi,” ujarnya, Jumat (28/5).

Dengan demikian, katanya, pengaturan protokol kesehatan harus betul-betul ketat, terutama di pusat-pusat keramaiaan dan obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Dicontohkannya, sarana umum, seperti obyek wisata itu dibuka, dia yakin yang “nggrudug” itu orang-orang luar daerah.

“Kalau kita akan menerapkan new normal, hal-hal di atas harus menjadi perhatian kita. Belum lagi angka lansia di Kota Magelang saat ini mencapai lebih dari 11.000 orang. Lansia kan usia yang rentan tertular virus corona atau Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menerangkan, untuk bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan Keputusan Kementrian Kesehatan Nomer HK 01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

“Prinsip dari keputusan itu bagaimana kita masih bisa bekerja, usaha masih tetap berjalan, namun di tengah pandemi Covid-19 dan protokol kesehatan masih tetap harus berjalan,” paparnya.

Majid menambahkan, ada beberapa ketentuan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan kerja, perkantoran, dan industri. Pertama, pihak manajemen harus punya tim atau satgas yang selalu mengupdate informasi terkait Covid-19 dari dan ke perusahaan.

Kedua, semua pekerja harus menggunakan masker, mulai dari berangkat kerja, selama di perjalanan, maupun saat di tempat kerja. Apabila memungkinkan, di tempat kerja tidak hanya memakai masker, namun juga tutup muka (face shield), terutama bagi yang berada di bidang pelayanan.

“Kemudian diberlakukan penerapan jaga jarak (physical distancing) dan menghindar dari kerumunan sosial (social distancing),” jelasnya.

Khusus untuk yang memiliki pekerja yang jumlahnya ratusan, sebutnya, dianjurkan bisa diatur dengan penerapan sistem bergantian (shift). Selanjutnya membatasi penggunaan lift, atau penggunaan tangga.

Begitu juga harus dilakukan pengukuran suhu badan kepada pekerja pada awal masuk kerja. Pastikan pekerja yang masuk kerja dalam kondisi sehat.

Kalau ada pekerja yang mempunyai gejala-gejala sakit, harus diberi kelonggaran untuk berobat, beristirahat dengan surat keterangan sakit. Apabila ada pekerja ditetapkan dengan status ODP, maka harus melakukan karantina dan hak-haknya sebagai pekerja tetap dipenuhi.

“Tak kalah penting harus menerapkan hygine dan sanitasi lingkungan kerja. Antara lain dengan penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, maupun hand sanitizer. Lift, tangga, pegangan pintu dan lainnya juga harus dibersihkan dan disemprot desinfektan secara berkala.


Asef Amani

1 Komentar

  1. 399775 790812Hey extremely nice weblog!! Man .. Beautiful .. Remarkable .. I will bookmark your site and take the feeds alsoIm satisfied to seek out numerous helpful info here in the post, we require develop more techniques on this regard, thanks for sharing. 178823

Tinggalkan Balasan