Perjuangan Icha Warga yang Memperjuangkan Legalitas Status Perempuan ditolak PN Hingga Ajukan Kasasi ke MA

SM/Dok

BANYUMAS, suaramerdekakedu.id – Setelah melalui Perjuangan panjang Assyifa Icha Khairunnisa (29), warga Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Akhirnya ia mengajukan permohonanya sampai pada tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).

Singkat cerita ia berkeinginan untuk mendapatkan legalitas status perempuan namung sayang permohonannya ditolak Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, maka dari itu akhirnya kini Icha memasuki babak baru dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dirinya dengan didampingi kuasa hukumnya, Djoko Susanto SH, Icha mendaftarkan kasasi ke PN Purwokerto, Senin (9/5/2022).

Djoko mengatakan, pihaknya sudah melengkapi pengajuan kasasi dengan berbagai macam surat, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Hal ini dimaksudkan, sebagai pembuktian bahwa kliennya tidak pernah tersangkut kasus kriminal apapun dan pengajuan pergantian jenis kelamin murni karena kondisi psikologis dan fisik yang bersangkutan yang memang lebih condong ke perempuan.

“Permohonan ganti jenis kelamin ini ditolak oleh PN Purwokerto pada bulan April dan kita langsung ajukan kasasi, karena yang bersangkutan terlihat sangat terpukul atas keputusan PN,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Djoko menjelaskan, terkait perubahan nama dari Faqih Al Amien menjadi Assyifa Icha Khairunnisa ini, semua keluarga sudah menerima, begitupun dengan lingkungan sekitar Icha. Bahkan keluarga Icha juga memberikan support saat ia menjalani operasi pergantian kelamin di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya tahun 2021 lalu.

“Baik keluarga maupun lingkungan sudah menerima dan saat ini Icha hanya butuh legalitas atas status jenis kelaminnya yang baru tersebut. Saya tegaskan, ini adalah hak Icha untuk menentukan nasibnya sendiri,” tegas Djoko.

Icha juga menambahkan bahwa dirinya terlahir sebagai anak laki-laki dengan nama Faqih Al Amien, sejak kecil Icha mengaku sudah mempunyai kecenderungan sebagai perempuan. Ia lebih suka main boneka ataupun menggunakan baju perempuan.

“Saya berusaha tidak menampakan secara mencolok hasrat saya ingin menjadi perempuan, namun saat lulus SMP, saya sudah tidak mampu lagi untuk menahan,” tuturnya.

Icha mengaku sampai harus meninggalkan bangku sekolah karena ia tidak mampu lagi untuk menggunakan seragam anak laki-laki. Bahkan sewaktu memasuki masa puber, Icha mengatakan, ia mengalami mimpi basah dengan laki-laki, bukan dengan perempuan.

Saat ini Icha sudah selesai menjalani operasi ganti kelamin dan secara fisik, ia sudah utuh menjadi perempuan. Icha juga sudah hidup mandiri dengan memiliki usaha salon kecantikan serta memiliki kekasih yang siap menikahinya dan keluarga juga sudah menerima dengan tangan terbuka.

Sehingga untuk mewujudkan kebahagiannya saat ini, Icha tinggal menunggu legalitas statusnya sebagai perempuan dari PN, supaya bisa menikah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan