Peringati Hari Bersih Sedunia Seniman Gelar Teatrikal Peduli Sampah

TEMANGGUNG, SM Network – Dalam rangka memperingati Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day/WCD) tahun 2020, para seniman di Kabupaten Temanggung, menggelar aksi teatrikal di sejumlah pasar tradisional. Kegiatan ini dimotori oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Temanggung, Yoyok Hari Utomo mengatakan, kegiatan ini merupakan sosialisasi gerakan pungut dan pilah sampah atau WCD yang akan dilakukan pada 19-20 September 2020. Melalui cara ini diharapkan ada kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

“Kegiatan hari ini merupakan media agar masyarakat bisa tahu, bisa paham dengan agenda tersebut dan diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam memungut dan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya,” katanya. Kami melakukan sosialisasi WCD di pasar tradisional, karena pasar merupakan titik berkumpulnya orang banyak,”ujarnya, Sabtu (12/9).

Dikatakan, sosialisasi unik yang dilakukan bersama komunitas peduli lingkungan di Temanggung, ini menyasar Pasar Kranggan, Pasar Temanggung, Pasar Parakan, dan Pasar Ngadirejo. Beberapa remaja sebelum memasuki pasar, melakukan performen tentang dampak membuang sampah sembarangan yang akan merugikan masyarakat.

Untuk menarik perhatian aksi itu diringi tetabuhan ritmis dari alat musik sederhana dari bahan-bahan bekas seperti galon, jerigen, dan botol. Mereka lalu berkeliling pasar menyosialisasikan Hari Bersih-Bersih Sedunia. Para pedagang dan para pengunjung pasar diimbau untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah secara benar.

Pada pertunjukkan itu, digelar pula poster bernada ajakan seperti “Cintai bumi kurangi sampah plastik”, “Pilah sampah dari rumah”, “Orang bijak buang sampah sesuai tempatnya”, dan lain-lain.

Yoyok juga mengedukasi soal jenis sampah, menurut kategori sampah dapat dipilah menjadi tiga. Yakni, sampah organik yang mudah busuk, kemudian sampah anorgnik yang tidak mudah busuk tetapi masih bisa dijual atau bisa diolah menjadi kreasi lain, dan sampah residu yang menjadi tanggung jawab DLH untuk mengangkut dan mengolah sampah residu di tempat pembuangan akhir.

“Jadi sampah itu bermacam-macam ada yang masih bisa dimanfaatkan dan ada yang tidak. Contohnya yabg tidak bisa diolah ada sampah residu seperti pempers, pembalut wanita, bungkus-bungkus plastik makanan yang berair. Itu tanggungjawab DLH di TPA,”katanya.

Tinggalkan Balasan