Perilaku Pemudik Kurang Patuh Dikeluhkan Camat Di Purworejo

PURWOREJO, SM Network – Perilaku para pemudik yang kurang mematuhi imbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) dikeluhkan sejumlah Camat. Hal itu terungkap dalam video conference (vicon) antara Bupati Purworejo, Agus Bastian, dengan para camat untuk mengetahui perkembangan terkini penanganan Covid-19.

Perilaku kurang patuh dari pemudik tersebut antara lain diungkapkan Camat Bagelen, Bambang Setyo Budoto. Menurut pengamatannya, para pemudik bukannya tinggal di rumah, tetapi justru pergi berkunjung ke warga lain atau mengundang temannya untuk datang ke rumah.

Selain itu, ada sejumlah permasalahan yang diungkapkan para camat, antara lain kekurangan sarana prasarana termasuk alat pelindung diri (APD). Terkait hal itu, Bupati mengungkapkan bahwa semuanya memang kekurangan APD, sehingga para camat diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Para camat juga mengungkapkan tingginya inisiatif warga untuk menjaga lingkungannya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di wilayah masing-masing. “Hanya saja seiring dengan meningkatnya warga yang membuat desinfektan sendiri, harga cairan untuk membuat desinfektan jadi naik empat kali lipat,” ungkap Camat Pituruh, Yudi Agung Prihatno dalam vicon, Senin (30/3).

Dalam vicon tersebut, Bupati berada di ruang kerjanya, sedangkan para camat di kantor kecamatan masing-masing. Bupati didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo Stephanus Aan Isa Nugraha serta Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama.

Dalam vicon tersebut terungkap bahwa semua kecamatan telah melakukan berbagai langkah terkait penanganan covid-19. Antara lain membuat posko dan melakukan pemantauan terhadap para pemudik yang mulai berdatangan. 

Pada bagian lain, menanggapi maraknya warga yang melakukan penutupan jalan, Bupati tidak mempermasalahkannya. “Biarkan saja, tidak apa-apa. Itu merupakan wujud kearifan lokal, bagaimana warga berusaha melindungi diri dan lingkungan,” imbuhnya.


SM/dok

Tinggalkan Balasan