Percobaan KBM Tatap Muka Urung Dilakukan

MAGELANG, SM Network – Percobaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di 17 sekolah negeri di Kota Magelang urung dilakukan. Pasalnya, kasus Covid-19 menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan setelah sebelumnya sempat zero kasus selama sebulan lebih.

Dari data per Rabu (12/8) pukul 18.00 WIB menunjukkan angka kumulatif pasien konfirmasi Covid-19 sebanyak 74 kasus. Sementara yang masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tercatat 10 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito mengatakan, pihaknya telah mencabut rencana KBM tatap muka di 17 sekolah percontohan. Tidak hanya itu, sistem KBM kunjungan guru ke rumah siswa pun dihapuskan.

“Berdasarkan arahan Pak Wali Kota, maka program KBM kunjungan para guru ke rumah peserta didik kita hapuskan. Untuk pembukaan kembali kami masih menunggu ketentuan dari Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, program KBM kunjungan guru ini sedianya berlaku untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP sederajat. Para guru mendatangi rumah peserta didik dan memberikan materi pelajaran. Misalnya di satu kampung ada 5 siswa, dijadikan satu dengan protokol kesehatan ketat, lalu diberi materi.

“Praktiknya, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali, tergantung dari kapasitas guru itu sendiri. Sehingga, siswa tetap mendapatkan materi KBM secara langsung atau tatap muka,” katanya.

Program tersebut, kata Agus, sudah berjalan sejak bulan lalu. Akan tetapi belakangan dihilangkan, karena dirasa berisiko di tengah pandemi yang masih terjadi sekarang ini.

“Kita tidak mau, program yang kita laksanakan ini justru punya risiko tinggi. Sekarang KBM yang berlaku, tetap daring seperti biasanya, sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Ia mengaku, telah mengusulkan agar ada anggaran untuk bantuan kuota siswa. Anggaran itu diambil dari dana penanganan Covid-19, APBD Kota Magelang.

“Sudah kita usulkan, tinggal menunggu realisasinya. Bantuan nanti sifatnya subsidi pembelian internet,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengungkapkan keprihatinan Kota Magelang yang sempat hijau sebulan lebih. Padahal, pihaknya telah melakukan kajian dan evaluasi soal rencana pengaktifkan kembali KBM tatap muka terbatas, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, jika kenaikan kurva Covid-19 terus meningkat, pihaknya tak mau berspekulasi.

“Tidak boleh gegabah apalagi dipaksakan. Walaupun sudah kita rencanakan matang-matang, tapi kesehatan anak-anak kita, keselamatan anak-anak kita tetap yang paling utama,” tandasnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan