SM/Raditia Yoni Ariya - JEMBATAN DARURAT: Untuk memperlancar arus lalu lintas sejumlah pekerja melaksanakan pemasangan jembatan darurat di ruas jalan perbatasan Temanggung-Wonosobo.

SM Network – Pengawas Lapangan di PPKS 02 Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Marjan mengatakan, untuk memperlancar arus lalulintas yang sempat tertutup total, akibat ambrolnya Jembatan Lodukuh di Desa Kwadungan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, segera dipasang bailey atau jembatan darurat.

“Pembuatan jembatan darurat (bailey) di jalur Temanggung-Wonosobo ini dikebut, agar sesegera mungkin bisa digunakan oleh masyarakat.  Saat ini prosesnya bahkan telah mencapai 50 persen. Untuk hari ini pembuatan  bailey sudah masukl ke segmen keenam dari 10 segmen. Nanti masih ada pengerjaan lantai dan geser,”ujarnya, kemarin.

Menurut dia, kendala dalam pengerjaan jembatan darurat ini adalah kondisi cuaca yang sering hujan sehingga dalam bekerja tidak bisa maksimal, karena kalau hujan tidak mungkin bisa kerja.

Diapun berharap untuk beberapa hari ke depan cuaca bersahabat agar pengerjaan bisa sesuai rencana awal.

“Semoga dalam beberapa hari ke depan cuaca mendukung. Kalau cuaca mendukung pengerjaan jembatan darurat ini dalam 3-4 hari selesai, nanti masih pengerjaan lantai dan penyetelan di lokasi. Bailey yang mulai dikerjakan pada Kamis (2/4) sore ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 5,8 meter. Jembatan darurat ini untuk satu lajur sehingga nanti arus lalu lintas dengan sistem buka tutup,”katanya.

Dia berharap nantinya dibuat dua lajur, dimana saat ini baru diusahakan untuk dua lajur. Sementara satu bailey sambil menunggu perkembangan karena harus nunggu kiriman dan koordinasi. Untuk membuat dua lajur atau 2 bailey harus melepas tiang telepon dan penerangan jalan umum serta lebarnya harus menggunakan lahan warga. Maka butuh proses dan koordinasi, yang penting satu bailey terpasang dulu untuk memulihkan jalur utama Temanggung-Wonosobo.

“Selama pengerjaan jembatan darurat ini kendaraan roda dua masih bisa melintas, namun harus hati-hati. Untuk bus jurusan Magelang-Wonosobo masih harus melakukan estafet, di mana yang dari arah Wonosobo berhenti di sebelah barat jembatan dan yang dari arah Temanggung berhenti di sebelah timur jembatan.


Raditia Yoni Ariya

1 KOMENTAR