SM/Dian Nurlita

MUNGKID, SM Network – Perayaan waisak di Candi Borobudur dan Candi Mendut ditiadakan. Hal tersebut dilakukan akibat masih dalam suasana pandemi COVID-19. Untuk itu, umat Budha diimbau merayakan sembahyang waisak di rumah masing-masing.

Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Magelang, Kantor Kemenag Kabupaten Magelang, Saring mengatakan, perayaan waisak di Candi Borobudur dan Mendut ditiadakan. “Perayaan di Borobudur dan Mendut ditiadakan, sebab masih dalam suasana COVID-19. Jadi imbauan dari pemerintah untuk mengurangi dan memutus rantai penyebaran dari COVID-19 itu, makanya salah satunya itu,” jelas Saring saat dihubungi, Kamis (6/5).

Termasuk pula rangkaian pengambil air suci di Jumprit, Kabupaten Temanggung dan pengambilan api dari Grobogan juga ditiadakan. “Pengambilan api di Grobogan juga tidak, kemudian air suci yang ada di Temanggung juga tidak. Semua kegiatan yang bersifat nasional atau bersifat menggerahkan massa itu ditiadakan. Jadi kalau ceramah-ceramah para bhikkhu itu live streaming,” tambahnya.

SM/Dian Nurlita – LENGANG: Suasana kawasan Candi Borobudur yang sepi karena ditutup untuk memutus rantai penyebaran COVID-19

Menurut Saring, untuk prosesi arak-arakan atau pradaksina di Candi Borobudur juga tidak diadakan. Hal ini sebagaimana imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai COVID-19. “Untuk tahun ini tidak dilaksanakan arak-arakan atau prosesi atau pradaksina di sekitar Candi Borobudur oleh umat Buddha. Karena ini sesuai dengan imbuan pemerintah untuk memutus rantai COVID-19 agar tidak tambah meluas,” kata Saring.

Saring menambahkan, sebagaimana instruksi dari Menteri Agama dan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, bahwa untuk detik-detik waisak dilakukan di vihara masing-masing atau di rumah masing-masing. Dan juga akan diadakan untuk perayaan waisak kali ini diadakan secara daring, sebab untuk penyelenggaran di vihara ini pelaksanaanya dibatasi sesuai dengan anjuran pemerintah tidak boleh lebih dari 5 orang.

Sementara itu, terkait dengan instruksi tersebut kawasan Candi Borobudur dan Mendut kabupaten Magelang terlihat lengang dan tak ada aktivitas apapun. “Iya kami telah menerima surat pemberitahuan dari DPP Walubi, bahwa tahun ini tidak menyelenggarakan perayaan Tri Suci Waisak baik di candi Borobudur maupun Mendut,” jelas Sekretaris PT Taman Wisata Candi (TWC) Emilia Untari di kantor TWCB.

Emilia mengatakan, pihaknya dalam hal ini bukan sebagai penyelenggara, melainkan hanya ketempatan saja. Sehingga pihaknya hanya mengikuti by instruksi, apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini. Selain itu, pengurus Griya Vipassana Avalokitesvara, Bojong Mendut kabupaten Magelang, Kentiono juga membenarkan, pihaknya menerima surat dari DPP Walubi tentang peniadaan perayaan Tri Suci Waisak.


Dian Nurlita

3 KOMENTAR