Perayaan Tahun Baru di Sleman Tanpa Pesta Kembang Api

SLEMAN, SM Network – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman tidak akan mengeluarkan rekomendasi izin keramaian untuk perayaan malam tahun baru.

Kendati izin keramaian merupakan wewenang pihak kepolisian, namun pengajuannya harus melampirkan surat rekomendasi dari Satgas Covid-19. “Kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang,” tegas Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Sleman Joko Supriyanto, Sabtu (19/12).

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, potensi keramaian saat malam pergantian tahun biasanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Kegiatan yang paling sering digelar adalah pesta kembang api. Untuk mengantisipasi munculnya kerumunan pada perayaan tahun baru nanti, pihaknya menginstruksikan Satgas tingkat kecamatan dan desa supaya aktif melaksanakan monitoring.

Jika mendapati kerumunan, petugas harus mengambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran. “Kegiatan yang kira-kira tidak berizin juga dibubarkan. Hal itu diatur di dalam SK Bupati,” katanya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan tidak akan ada pesta kembang api saat malam tahun baru. “Pemkab bersama Forkominda sudah memutuskan untuk melarang adanya konvoi, arak-arakan, iring-iringan dan pesta kembang api. Otomatis, kami tidak akan mengeluarkan rekomendasi izin keramaian,” kata Sri.

Pengawasan nantinya melibatkan lintas sektor yakni unsur Polres, Kodim, dan Satpol PP. Namun demikian, dia meminta kepada wisatawan yang ingin memanfaatkan momen libur Natal dan Tahun Baru agar tidak takut berkunjung ke Sleman. Terlebih, objek wisata di Bumi Sembada tumbuh semakin pesat.

“Pelaku wisata harus siap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bagi hotel yang menggelar acara, harus melapor ke Satgas. Kalau sampai ditemukan pelanggaran tentu ada mekanismenya,” tandasnya.

Terkait peribadatan di gereja saat Natal, Sri mengatakan pelaksanaannya juga harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan