Perangkat Desa Kebongunung Purworejo Diduga Lakukan Pungli Jual Beli Tanah

PURWOREJO, SM Network – Sejumlah warga di Desa Kebongunung Kecamatan Loano mengeluhkan adanya biaya administrasi yang dikenakan terhadap jual-beli tanah oleh pemerintah desa/oknum perangkat. Padahal biaya administrasi yang dulunya dikenal dengan sebutan pologoro ini sudah dihapus oleh pemerintah.

Diungkapkan oleh, Muhammad Abduh Muttaqin (35) dan Sumartono (55). Keduanya mengaku pernah diminta membayar administrasi sebanyak 4 hingga 5 persen dari total harga pembelian tanah oleh salah satu perangkat Desa Kebongunung.

“Saya beli dua bidang tanah di desa tersebut. Kalau ditotal hargannya Rp 52 Jutaan. Waktu itu saya tanya apakah ada pologoro. Menurut pihak desa, ada 5 persen,” kata Muhammad Abduh Muttaqin, saat diwawancarai awak media, belum lama ini.

Abduh juga mengaku tidak keberatan untuk membayar tersebut, jika itu sesuai dengan aturan. Namun ada yang Ia sesalkan, yakni pihak desa yang terkesan lamban mengukur tanah meski uang pologoro sudah dibayarkan lunas.

“Ya yang jadi ganjalan saya dengan pihak desa kenapa hingga saat ini belum dilakukan pengukuran,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sumartono, warga Diponayan yang membeli tanah di lingkungan rumahnya di Desa Kebongunung, senilai Rp 200 juta. Ia mengaku ditarik biaya pologoro 4 persen atau sebanyak Rp 8.750.000 oleh Sekdes Desa Kebongunung.

“Awalnya saya tidak tahu kalau biaya pologoro itu uda dihapus oleh pemerintah, tapi begitu saya tahu kaget dan sangat kecewa dengan Pemdes desa Kebongunung, apalagi kata sekdesnya tanahnya tidak usah di ukur, kan sudah ada batas galengan sawah. Saya hanya dikasih surat jual beli,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Desa Kebongunung Afif Sulaiman, menampik jika pihak desa, maupun dirinya atas nama pribadi, membebani biaya pologoro. Pihaknya hanya menerima uang dari pihak jual-beli tanah secara sukarela.

“Saya maupun desa tidak pernah meminta apalagi memaksa seseorang yang jual beli tanah untuk membayar apalagi sampai menentukan besaranya. Kami hanya menerima apabila ada yang memberikan seikhlasnya, itu saja masuk ke kas desa,” katanya, dihubungi Suara Merdeka, Sabtu (16/05/2020).

Heru Prayogo

3 Komentar

  1. 19277 702558I like this internet web site its a master peace ! Glad I detected this on google . 830852

  2. 960253 46525I got what you intend,bookmarked , quite decent site. 341427

  3. 805122 244338This is the fitting blog for anybody who desires to discover out about this subject. You notice a lot its nearly onerous to argue with you (not that I truly would wantHaHa). You undoubtedly put a brand new spin on a topic thats been written about for years. Nice stuff, merely wonderful! 868497

Tinggalkan Balasan