ilustrasi

SM Network – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat kepolisian memidanakan penyelenggara konser dangdut di Tegal pada Rabu (26/9). Acara itu diadakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo dalam rangka pernikahan dan khitanan keluarganya. Mahfud telah meminta Polri memproses kejadian itu dengan hukum pidana. Gubernur Ganjar Pranowo sepakat dengan pernyataan Mahfud MD. Menurutnya, Polda Jateng sudah bergerak untuk menyelidiki kasus tersebut. ”Polda sudah (bergerak), Kamis lalu mulai diproses,”kata Ganjar di rumah dinasnya, Sabtu (26/9).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, polisi menyiapkan setidaknya dua pasal, yakni mengabaikan tugas penegak hukum terkait protokol kesehatan dan melawan petugas. ”Saya sudah dapat laporan itu, ada dua pasal yang disiapkan polisi. Mudahmudahan proses ini berjalan, sehingga apa pun yang nanti diputuskan hakim akan menjadi pembelajaran yang baik,” terang dia.

Ganjar juga mengatakan bahwa partai politik semestinya juga mengambil sikap terhadap kadernya yang melanggar protokol kesehatan. Sikap tegas parpol itu dapat menjadi contoh. ”Apalagi, ini sudah mulai masa kampanye pilkada.” Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono beserta jajaran Forkopimda Kota Tegal mendatangi Gubernur di rumah dinas Puri Gedeh, Jumat (25/9) malam.

Forkopimda hadir lengkap, yakni Wakil Wali Kota Tegal Jumadi, Sekda Johardi, Kapolres Tegal AKBPRita Wulandari, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, dan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro. Wali Kota menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang viral di media sosial itu. ”Intinya, Forkopimda memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi dan beliau (Wali Kota) meminta maaf atas kejadian itu,” tutur Ganjar setelah pertemuan.

Dedy Yon Supriyono mengatakan, dalam pertemuan itu pihaknya menjelaskan duduk perkara tentang acara dangdut yang dihadiri ribuan orang. Pihaknya diingatkan Gubernur agar ke depan lebih berhati-hati dan tidak lagi memberikan izin hajatan dengan hiburan dalam bentuk apa pun. Sementara itu, polisi terus menyelidiki kasus itu. ”Jumlah saksi yang sudah diperiksa 11 orang dan satu saksi ahli pidana,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, Minggu (27/9).

Iskandar menyebutkan, konser yang berlangsung di Lapangan Tegal Selatan, Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal pada Rabu (23/9) pukul 17.30-01.30 itu tidak sesuai dengan isi surat permohonan izin penyelenggara kepada Polsek Tegal Selatan. Konser itu menghadirkan Orkes Melayu (OM) Kaisar. ”Polsek Tegal Selatan sempat menarik kembali surat izin yang telah dikeluarkan dan membubarkan hiburan musik untuk mengantisipasi timbulnya klaster Covid-19,” lanjut Iskandar.

Kapolsek Dicopot

Wasmad juga sudah diperiksa Polda di Mapolres Tegal Kota. Tak hanya itu, dia juga mendapat teguran keras dari partainya, Partai Golkar. Polri juga mencopot Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno. Selain itu, Divisi Propam Polri akan menindaklanjuti perkara tersebut. ”Jabatan kapolsek sudah diserahterimakan dan yang bersangkutan diperiksa oleh Propam,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo menjelaskan, pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 menyebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang- halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Adapun Pasal 216 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah/permintaan pejabat atau mencegah/menghalang-halangi/ menggagalkan tindakan pejabat yang menjalankan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000. Di lain pihak, Pemkot Tegal menggelar tes swab massal setelah konser itu. Target tes adalah warga sekitar dan penyelenggara konser dangdut. Sampel swab selanjutnya dikirim ke Labkesda Jateng. Hasilnya bisa diketahui 5-7 hari mendatang. Pemkot Tegal menargetkan 100 orang yang akan menjalani tes swab. Sebelumnya, Wasmad mengaku sudah mengantongi izin meski akhirnya dicabut saat acara berlangsung. ”Mulai RT, RW, kelurahan sampai Polsek Tegal Selatan dan Koramil, semua membolehkan (izin keramaian),” kata Wasmad di rumahnya, Jumat (25/9).

Wasmad menyebut dia menyebar seribu undangan untuk hajatan tersebut. Pada hari yang ditentukan, hajatan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Dia menambahkan, pencabutan izin turun saat acara sedang berlangsung. Sebagai tuan rumah, kata Wasmad, dia tidak mungkin membatalkan acara karena undangan sudah disebar dan tamu mulai berdatangan. (ekd,dtc-19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here