Penumpang Kereta Api Wajib Rapid Test Antigen

JOGJAKARTA, SM Network – Sejak pagi calon penumpang kereta memadati sisi selatan halaman Stasiun Tugu, Yogyakarta, Selasa (22/12). Mereka rela antri untuk mengikuti pemeriksaan rapid test antigen atau tes cepat antigen.

Rapid test antigen menjadi syarat wajib untuk para pelaku perjalanan menggunakan transportasi darat kereta api, mulai 22 Desember 2020.

SM/Dananjoyo

“Syarat bepergian naik kereta api sesuai dengan SE gugus tugas dan SE direktorat perkeretaapian berlaku pada tanggal 22, Desember,” kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto.

Ia menjelaskan wajib antigen mulai diberlakukan pada tanggal 22 Desember, dan pihaknya telah menyediakan 5 bilik untuk para pelaku pelaku perjalanan yang akan melakukan rapid test antigen.

Lanjut dia, hasil rapid test antigen tersebut hanya berlaku selama 3×24 jam setelah itu penumpang harus melakukan test kembali. Namun, pihaknya juga masih menerima hasil test PCR atau swab test.

SM/Dananjoyo

“Kalau PCR berlakunya selama 14 hari, sedangkan antigen hanya 3×24 jam,” ujarnya.

Pihaknya PT KAI menghimbau kepada para penumpang untuk datang lebih awal untuk melakukan tes antigen.

Dari pantauan Suara Merdeka, proses untuk melakukan tes antigen hanya sebentar, namun dengan antrian sampai mendapatkan hasilnya memakan waktu 20 hingga 30 menit.

Ada juga calon penumpang asal Jakarta yang hendak kembali ke Jakarta. Salah satu penumpang, Dibyo, Ia memilih H-1 untuk melakukan rapid test antigen.

“Saya jadwal berangkatnya besok pagi, alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.

Untuk tes antigen, penumpang dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 105 ribu. Harga tersebut di luar dari harga tiket kereta api.

Tinggalkan Balasan