Pentingnya Hak KI Bagi Para Pelaku Usaha

MUNGKID, SM Network – Ditektorat Fasilitasi Intelektual Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Patiwisata dan Ekonomi Patiwisata Kreatif yang bekerjasama dengan Kekayaan Intelektual Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret Surakarta menggelar sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual di Atria Hotel, Kamis (12/11).

Tujuan dari kegiatan tersebut guna membangun kesadaran dan apresiasi publik terhadap hak kekayaan intelektual dan mengoptimalkan manfaat ekonomi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif sebagai pemegang hak Kekayaan Intelektual (KI).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku usaha pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif, baik dari binaan dinas terkait maupum yang tergabung dalam komunitas.

“Jadi kami memberikan dua kegiatan pada hari ini yakni sosialisasi dan bimtek serta fasilitasi pendaftaran. Artinya kami memberikan pemahaman terkait Kekayaan Intelektual beserta manfaat juga kerugiannya,” jelas Direktur Fasilitas Kekayaan Intelektual Kementerian Patiwisata Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Patiwisata Kreatif, Robinson Sinaga.

Robinson menerangkan bahwa dari kegiatan ini nantinya para pelaku usaha pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif dapat mengetahui, mengerti, dan memahami mengenai manfaat perlindungan KI. “Nantinya mereka akan difasilitasi pendaftaran KI secara gratis berupa hak cipta, merek, hak cipta dan paten,” ujarnya.

Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono, yang dalam hal ini mewakili Bupati Magelang mengatakan bahwa kegiatan ini menjawab salah satu persoalan pariwisata di Kabupaten Magelang. “Saya sampaikan visi misi Pak Bupati itu di kerucutkan dalam dasa cita. Salah satunya adalah pengembangan sektor unggulan di Kabupaten Magelang secara sinergi menjadi industri pariwisata secara kreatif,” kata Sugiyono.

Ia berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan SDM para pelaku wisata. “Harapannya bidang pariwisata yang ditangani secara komprehensif dan integratif itu, bisa mencapai target-target dalam RPJMD 2019/2024,” ungkapnya.
Menurut Sugiyoni KI ini bisa dijadikan sebagai agunan untuk permodal.

“Saya rasa ini akan mendorong orang-orang intelektual dan kreatif terutama di bidang pariwisata. Dan itu nanti bukan hanya dari segi intelektual saja, tapi diimplementasikan dapat memberi manfaat bisa mendongkrak kehidupan wisata dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Patiwisata Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Patiwisata Kreatif, Ahmad Rekotomo, mengatakan bahwa hak KI ini merupakan perlindungan hukum dan memberi jaminan hukum. “Jadi yang mendapat jaminan sertifikat sudah mendapat jaminan hukum dari negara,” terangnya.

Ia menjelaskan mulai tahun 2016 hingga tahun 2020, pihaknya telah memfasilitasi sekitar 7654 HAKI. “Pada umumnya masyarakat kita sangat memerlukan merek, karena setiap perusahaan memiliki identitasnya. Itu yang berusaha kami lindungi agar mendapat jaminan hukum. Mayoritas sekitar lebih dari 90 persen itu merek,” ungkap Ahmad Rekotomo.

Diketahui kegiatan ini sudah dilakukan di empat kota/kabupaten di Indonesia, yakni Kabupaten Gianyar (Kecamatan Ubud), Kota Palu, Kota Kupang, dan terakhir Kabupaten Magelang “Khusus Magelang 93 khusus hari ini. Kita pilih karena Destinasi Super Prioritas,” tambah Ahmad.

Tinggalkan Balasan