YOGYAKARTA, SM Network – Sejumlah wilayah di DIY diketahui menjadi lokasi rawan longsor dan banjir. Kesiapsiagaan terhadap datangnya bencana penting dilakukan khususnya di puncak musim penghujan saat ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DIY Biwara Yuswantara, Selasa (7/1) menyebutan untuk daerah rawan longsor ditemui di Pegunungan Menoreh Kulonprogo. Tepatnya di Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh dan Kokap. Lalu di Gunungkidul tepatnya di Gedangsari, Pathuk, Semin dan Ngawen. Dia menjelaskan, proses membangun kesiapsigaan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari dengan mempelajari karakteristik bencana banjir dan longsor yang tersebar di sejumlah daerah di DIY.

“Kami sudah petakan lewat Perda Nomor 5 tahun 2019 tentang RTRW ditetapkan sudah ada 8 kawasan rawan. Konteksnya dalam hal ini karena musim penghujan tentu rawan longsor dan banjir. Hampir merata ada di Kulonporogo, Gunungkidul. Kalau banjir itu di DIY sebagian besar sungai alirannya mengarah ke selatan. Seperti di Imogiri Bantul,” jelas dia.

Maka dari itu, ungkap dia, BPPD DIY selalu rutin memberikan edukasi dan sosialiasi dengan berbagai forum di masyarakat bertujuan membangun kesiapsiagaan untuk lebih peka terhadap gejala-gejala terjadinya bencana.

“Kami menghimbau dan bekerja sama dnegan BPPD kabupaten untuk memberikan perhatian khusus pada wilayah dan masyarakat yang dalam dua tahun ini terkena dampak yang lebih signifinkan baik itu siklon cempaka maupun musim hujan,” ungkapnya.      

Lebih lanjut diutarakannya, DIY sendiri menyiapkan Rp 10 miliar sebagai dana kedaruratan untuk persiapan jika terjadinya bencana. Dana itu masuk dalam dana tak terduga.

“Rp 10 m dana kedaruratan tak terduga DIY. Tapi kalau kondisi belum ada kedaruratan maka kami gunakan dana reguler untuk penanggulangan bencana,” jelasnya.

Ditemui usai mengikuti apel pasukan kesiapsiagaan penanganan bencana di halaman Mako Brimob Polda DIY, Baciro,  Kota Jogja, Biwara mengatakan meski ada dana kedaruratan yang cukup besar maka diharapkan dana itu tak digunakan.

“Kalau tak digunakan berarti tidak terjadi bencana yang menimbulkan darurat. Jangan sampai-lah itu terjadi.  Hingga saat ini belum ada peningkatan status (bencana) di DIY. Termasuk bibit-bibit siklon tropis misalnya itu diketahui menjauh dari Jawa atau dari Indonesia dan semoga tak terjadi bencana,” tandas dia.


Gading Persada

1 KOMENTAR