Penjumlahan 3.352 Data Pemilih Sleman Diduga Keliru

SLEMAN, SM Network – Bawaslu Kabupaten Sleman ikut mengawasi pelaksanaan rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP), yang berlangsung pada Rabu (2/9) dan Kamis (3/9) di 17 kecamatan. Berdasar laporan hasil pengawasan yang disampaikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman, ditemukan kekeliruan penjumlahan data pemilih ke dalam formulir rekapitulasi sebanyak 3.352 data.

Temuan itu terdapat di dua kecamatan yakni Gamping dan Minggir. “Kekeliruan penjumlahan itu terdapat pada kolom pemilih A.KWK,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman M. Abdul Karim Mustofa, Jumat (4/9).

Formulir A.KWK berisi data pemilih yang disusun oleh KPU. Data itu kemudian dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di lapangan pada saat berlangsungnya tahapan coklit pada 15 Juli-13 Agustus 2020.

Karim menambahkan, kekeliruan penjumlahan data pemilih A.KWK di Kecamatan Gamping terjadi di seluruh desa dan seluruh TPS. Sehingga, jumlahnya cukup banyak mencapai 3.351 data. Sementara, di Kecamatan Minggir hanya terdapat kekeliruan 1 angka.

“Kekeliruan penjumlahan pemilih A.KWK di Gamping itu ditemukan di Desa Balecatur, Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo,” imbuhnya.

Sebelum menghadiri rapat rapat pleno rekapitulasi, Panwaslu Kecamatan Gamping bersama Bawaslu terlebih dahulu mengecek hasil pleno rekapitulasi DPHP tingkat desa yang dilakukan PPS se-Kecamatan Gamping. Dari hasil pengecekan itu, diketahui terdapat selisih sebanyak 3.351 pemilih yang telah ditetapkan di dalam pleno seluruh PPS dari jumlah yang seharusnya tercatat sebanyak 72.017 pemilih.

Saat itu, jumlah keseluruhan hasil pleno rekapitulasi di PPS hanya 68.486 pemilih. “Namun kekeliruan penjumlahan data pemilih A.KWK itu sedari awal sudah diakui PPK Kecamatan Gamping, saat hendak memulai rapat pleno rekapitulasi DPHP tingkat kecamatan,” ujarnya.

Proses pembetulan angka pemilih A.KWK hasil rekapitulasi tingkat desa, langsung dilakukan saat itu juga oleh masing-masing PPS di forum pleno kecamatan dengan disaksikan oleh Panwaslu dan perwakilan partai politik yang hadir. Setelah itu, direkap hasil rekapitulasi DPHP tingkat kecamatan.

Terpisah, anggota Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, meski tidak mendapatkan salinan data pemilih A.KWK dari KPU Sleman, bukan berarti Bawaslu dan jajarannya tidak melakukan pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih Pilkada 2020. “Walau tidak diberikan data pemilih A.KWK, kami terus berupaya mencari data-data pemilih yang mungkin diperkirakan luput dari perhatian KPU,” kata Arjuna.

Contohnya pada 13 Agustus 2020, Bawaslu menyampaikan saran perbaikan data pemilih kepada KPU Kabupaten Sleman sebanyak 283 data pemilih untuk dilakukan pencermatan ulang. Data-data itu terdiri dari data pemilih pemula, penduduk masuk, penduduk keluar, penduduk meninggal, dan penduduk di bawah usia 17 tahun tapi sudah menikah. Dari jumlah itu, sebanyak 223 data atau sekitar 78,79 persen telah dilengkapi dengan nama pemilih, NIK, dan alamat. Sementara yang tidak lengkap hanya sekitar 60 data pemilih. Data yang tidak lengkap ini memang mayoritas tanpa NIK, namun nama dan alamatnya sudah lengkap.

“Meski tanpa NIK, data tetap disampaikan karena kami memang tidak diberikan daftar pemilih A.KWK yang sudah dilengkapi NIK oleh KPU. Harapannya agar KPU dapat melakukan pencermatan ulang agar nama-nama itu bila memang tidak memenuhi syarat dicoret dari daftar pemilih,” bebernya. Data-data pemilih yang telah lengkap, sambung Arjuna, telah ditindaklanjuti oleh KPU. data pemilih.

2 Komentar

  1. 692747 233728Cheapest speeches and toasts, as well as toasts. probably are produced building your own at the party and will likely be most likely to turn into witty, humorous so new even. very best man toast 652160

  2. 941214 528942Would really like to always get updated excellent site ! . 268553

Tinggalkan Balasan