Penjualan Hewan Kurban Alami Penurunan

WONOSOBO, SM Network – Permintaan hewan kurban mendekati perayaan Idul Adha tahun ini alami penurunan. Asnawi salah satu pedagang hewan kurban di pasar hewan Wonolelo mengatakan, meskipun perayaan Idul Adha tinggal menunggu hari, namun pembelian hewan kurban belum begitu ramai. Kondisi ini menurutnya sangat berbanding terbalik dengan tahun lalu, dari sepekan menjelang perayaan Idul Adha, permintaan akan hewan kurban terus mengalami peningkatan, dan puncaknya saat dua hingga tiga hari menjelang Idul Adha.

“Semua sepertinya terkena dampak corona ini. Penjualan hewan kurban turun sangat drastis dibanding tahun lalu. Kalau turunya sampai berapa dibanding tahun lalu kurang begitu paham, soalnya orang berdagang kan gak tentu ya,” ujarnya saat ditemui di pasar hewan Wonolelo Kecamatan Wonosobo, Rabu (29/7).

Menurutnya, penurunan permintaan ini karena saat kondisi perekonomian masyarakat sedang melemah, hasil panen pertanian tidak mahal, pekerjaan sedang susah. “ Dampak dari virus korona ini jadi penjualan menurun, masyarakat saat ini lebih memilih untuk mencukupi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Wonosobo, Sidik Driyono mengatakan, tren penjualan hewan kurban tahun ini memang sedikit mengalami penurunan. Namun di beberapa Masjid yang menyelenggarakan penyembelihan kurban justru ada yang mengalami kenaikan. Meski ada penurunan, namun pemantauan terhadap hewan kurban yang masuk dibeberapa pasar hewan seperti pasar Wonolelo terus dilakukan.

“Hewan kurban baik kambing maupun sapi kita pantau kesehatanya sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan hewan yang sehat. Selain di pasar hewan, pemantauan juga dilakukan disejumlah tempat pemotongan hewan dan akan terus dilakukan hingga hari raya yang jatuh pada tanggal 31 besok,” tandasnya saat lakukan pemantauan di pasar Wonolelo.

Sidik Driyono menjelaskan, selama ini belum ditemukan penyakit hewan yang serius seperti anthrax yang ditemukan di Gunung Kidul. Permasalahan yang kerap ditemukan ialah adanya cacing pada hati sapi. Untuk itu Sidik mengimbau kepada masyarakat untuk selektif dalam memilih hewan kurban, jangan sampai mendapatkan harga yang murah namun hewan kurban yang didapat tidak dalam kondisi sehat.

“Permasalahan yang paling kerap terjadi itu kita temukan cacing dihati sapi. Hal itu kita cegah dengan memantau setiap hewan yang masuk ke pasar. Hewan yang sakit biasanya sudah bisa terlihat secara fisik. Apabila ditemukan penyakit seperti itu juga akan kita segera musnahkan,” tandasnya.


Adib Annas M/dib

Tinggalkan Balasan