SM/Supriyanto - EVAKUASI JENAZAH: Anggota kepolisian saat mengevakuasi jenazah salah satu korban pembacokan di Desa Argopeni, Kebumen, Rabu (17/3).

KEBUMEN, SM Network – Desa Argopeni Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Rabu (17/3) geger. Seorang warga ngamuk dan membacok satu keluarga yang merupakan tetangganya sendiri.

Satu orang tewas dan lima lainnya menderita luka bacokan sabit. Korban meninggal adalah seorang perempuan lanjut usia bernama Halimah (70).

Sedangkan lima orang terluka yakni Mahludin (42), Sri lestari (38),
Akbar (8). Keempat korban adalah satu keluarga yakni ibu, suami, istri dan anak.

Sedangkan dua orang tetangga Yudi dan Supri yang hendak menolong turut menjadi korban sabetan sabit.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Soedirman. Begitu juga korban luka hingga berita ini diturunkan masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu tersangka bernama Heri Setiawan (55) alias Keri warga Dukuh Karang, Desa Argopeni RT 01 02 Kebumen. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual ayam tersebut telah diamankan aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Kebumen.

Informasi dari warga setempat, tersangka diduga sakit hati karena merasa diejek oleh keluarga korban.

Polisi masih menyelidiki motif pria paruh baya tersebut sehingga mengamuk dan melukai tetangga yang rumahnya hanya sepelemparan batu tersebut.

Amankan Sabit

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan sebuah sabit yang digunakan untuk membacok warga.

“Kami masih menyelidiki motif tersangka. Tersangka masih dimintai keterangan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kebumen Ipda Fuad Inayah di lokasi kejadian.

Informasi yang himpun, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu tersangka pulang dari sawah tanpa ada sebab yang jelas pelaku mengamuk melakukan penganiayaan satu keluarga.

“Kami kaget, karena tiba-tiba dia (tersangka,red) ngamuk. Saya mencoba menolong malah kena sabetan sabit,” ujar Supri salah satu korban yang dirawat di rumah sakit.