Penipuan Berkedok Perekrutan CPNS, Setoran Korban Capai Rp 2 Miliar


KEBUMEN, SM Network – Polres Kebumen berhasil mengungkap jaringan penipuan yang dengan modus perekrutan CPNS. Empat orang menjadi tersangka dalam kasus penipuan yang memiliki jaringan di sejumlah kota di Indonesia tersebut.

Hingga Senin (3/2) tiga orang ditahan di Mapolres Kebumen yakni Asep Supriyadi (43) warga Dukuh Wanacala, Desa/Kecamatan Prembun, Kebumen, Edi Samsudin (66) warga Kelurahan Pasireurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, dan  Rudiansyah (33) warga Lowokwaru Kota Malang.

Sedangkan satu tersangka Asep Nanda diketahui sudah meninggal dunia. Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, jaringan aksi penipuan berkedok rekrutmen CPNS tersebut telah memangsa ratusan koban.

Ini dilakukan para tersangka sejak tahun 2016. Di Kabupaten Kebumen jumlah koban sekitar 29 orang. Para korban dijanjikan akan masuk sebagai CPNS dengan kompensasi membayar uang antara Rp 30 juta hingga Rp 150 juta. Adapun kerugian para korban dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

“Jaringan penipuan ini dilakukan secara berjenjang, tersangka I menyetorkan kepada tersangka II, sedangkan tersangka II menyetor kepada tersangka III,” ujarnya AKBP Rudi Cahya Kurniawan kepada wartawan saat Konferensi Pers di Mapolres Kebumen, Senin (3/2).

Mengaku Anggota BIN

Mengaku BIN Kejadian tersebut saat tersangka Asep Supriyadi mengaku sebagai anggota BIN dan KPK menawarkan kepada korban Yudi Suhendra (35) warga Desa/Kecamatan Prembun, akan diterima sebagai PNS dengan persyaratan membayar uang Rp 150 juta. Korban bersedia menerima tawaran itu dengan menyerahkan uang secara bertahap dari tahun 2016 hingga 2019. Namun hingga saat ini, korban tidak juga diterima menjadi PNS.

Karena merasa menjadi korban penipuan, korban melaporkan kejadian itu ke Polres Kebumen. Dari sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, tersangka Asep Supriyadi berusaha menyakinkan bahwa dia benar-benar orang penting adalah dengan memajang foto-foto bersama dengan sejumlah pejabat tinggi di lembaga kepolisian maupun BNN. Dari hasil pengembangan polisi, ditemukan berkas pendaftaran CPNS dari 122 orang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Berbagai Daerah

Antara lain Kebumen dan Purworejo 33 orang, DKI, Jawa Barat dan Banten sebanyak 15 orang, Provinsi Sulawesu Selatan, Provinsi Sulawesi Barat 30 orang, Jawa Timur 12 orang, NTT, NTB, sejumlah 14 orang, Sumatera  Utara, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu 19 orang. Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi Kepegawaian pada BKPPD Kebumen Heny Agustin SIP MM mengatakan seluruh rekrutmen CPNS di Pemkab Kebumen melalui proses seleksi yang transparan. Sehingga jangan sampai tertipu seperti yang ada saat ini. 

“Proses seleksi CPNS sangat terbuka dan sangat minim kontak antara pelamar dengan penyelenggara,” ujar Heny Agustin yang juga dimintai keterangan sebagai saksi ahli.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan