Pengusaha Bus Keluhkan Angkutan Tak Bertrayek

PURWOREJO, SM Network – Seorang pengusaha bus mengeluhkan adanya perusahaan angkutan antar kota antar provinsi yang diduga tidak memiliki izin trayek. Permasalah ini juga sudah diadukan ke pihak dinas perhubungan setempat.

Antony Stephen Hambali, owner PO Sumber Alam, mengungkapkan perusahaan angkutan umum khususnya bus seharusnya dapat memenuhi prosedur. Pasalnya penyerobotan jalur tanpa izin dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Toni mengatakan, perusahaan bus tersebut bernama Bus Sudiro Tungga Jaya (STJ). Angkutan tersebut ditengarai mulai beroperasi pada tanggal 29 Mei 2020 lalu. Toni menduga bus tersebut tidak memiliki Kartu Pengawasan (KPS).

“Saya sudah cek ke situs Kemenhub melalui sistem perijinan online angkutan dan multi moda (Spionam), di situ tidak terdaftar nomor polisi atau plat nomor bus yang beroperasi di trayek tersebut. Ini berarti trayeknya liar karena tidak resmi,” ujar Tony.

Toni menyayangkan pihak otoritas perhubungan yang belum menindak tegas angkutan umum yang diduga tanpa izin tersebut. Pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada kepala Terminal Bus Purworejo, namun hanya dijawab baru mau ditelusuri.

Menurut Toni, seharusnya pejabat terminal mengetahui keberadaan bus tersebut. Pasalnya bus STJ telah beberapa kali keluar masuk terminal Purworejo, dan ditarik retribusi, sehingga mustahil jika belum mengetahui ada bus ilegal yang masuk areanya.

Sementara pengelola agen bus STJ, Herry yang dihubungi via WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya sudah memiliki izin trayek. Kendati demikian, dalam surat izin trayek itu tidak tertera nopol yang digunakan untuk melayani trayek tersebut.

“Itu ada suratnya (izin trayek,red),” katanya.

Ia kemudian memperlihatkan surat izin trayek 4 bus yang melalui rute trayek Muarabungo -Jambi – Palembang – Bandar Lampung – Jakarta -Tegal – Purwokerto -Purworejo -Jogja – Solo.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan