Pengungsi Merapi Tinggalkan TEA Banyurojo

MUNGKID, SM Network – Pengungsi Erupsi Gunung Merapi telah menginggalkan Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang pukul 10.00, kemarin. Hal ini adalah permintaan dari pengungsi, setelah melihat ancaman erupsi merapi yang sudah bergeser ke arah barat daya dan selatan.

Sebanyak 265 pengungsi kembali ke daerahnya di Babadan I Desa Paten, Kecamatan Dukun setelah menghuni TEA Banyurojo sejak awal November lalu. Koordinator Pengungsi Babadan I, Dasri, menyebut pulangnya warga ini masih bersifat sementara sebab Merapi masih berstatus siaga sehingga belum sepenuhnya aman.

“Kami disini meninggalkan barang-barang dan logistik, seandainya aktivitas Merapi meningkat dan bergerak ke arah barat laut. Kami tentu tanpa ada perintah akan segera kembali ke pengungsian untuk menyelamatkan diri,” jelas Dasri.

Sementara itu para pengungsi pulang ke desanya dengan menggunakan kendaraan sendiri. Sisanya disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Magelang, pemenrintah Desa Banyurojo, dan relawan. Total ada 25 armada yang mengangkut warga menuju ke desanya.

Warga yang diwakili oleh Dasri juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa Banyurojo dan warga karena telah melayani pengungsi dengan baik. “Tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata bagaimana pemerintah Banyurojo dan warganya sangat istimewa dalam melayani para pengungsi. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Pranowo mengatakan bahwa pengungsi yang kembali ke desa Babadan I dibekali bahan makanan/sembako seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan perlengkapan mandi.
“Pengungsi yang kembali ke desa, kami bekali dengan sembako untuk beberapa hari kedepan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan