SM/Dananjoyo : Pengungsi Gunung Merapi meninggalkan Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (26/1).

JOGJAKARTA, SM Network – Sebanyak 187 warga Dusun Kali Tengah Lor yang mengungsi sejak tiga bulan terakhir, hari ini diperbolehkan kembali ke rumah menyusul bergesernya zona bahaya serta arah guguran lava Gunung Merapi ke arah barat.

SM/Dananjoyo : Pengungsi Gunung Merapi meninggalkan Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (26/1).

Lambaian tangan sebagai tanda perpisahan diayunkan para pengungsi Gunung Merapi dari atas kendaraan truk dan mobil evakuasi. Selama hampir 3 bulan tepatnya 81 hari, mereka berada di Barak Pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman.

“Dadah pak..dadah,” begitu ucap para pengungsi kepada segenap pihak yang selama ini membantu di pengungsian.

Rasa haru terlihat di wajah pengungsi. Meski tertutup masker, mata mereka tetap memancarkan kebahagiaan bercampur dengan kesedihan. Mereka tidak perlu lagi bolak balik pulang pergi dari rumah ke pengungsian untuk melakukan aktivitas sehari-hari terutama yang berusia produktif.

SM/Dananjoyo : Pengungsi Gunung Merapi meninggalkan Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (26/1).

Selama ini, para pengungsi beraktivitas di rumah yang terletak di Dusun Kalitengah Lor. Namun, karena Gunung Merapi bergejolak, mau tidak mau mereka harus mengungsi ke Barak Pengungsian Glagaharjo guna menghindari bencana.

“Saya senang bisa pulang ke rumah. Di sini juga enak, tapi tetap enak di rumah sendiri,” ujar Padmi, salah seorang pengungsi ketika ditemui Suara Merdeka, Selasa (26/1).

Sebagian besar pengungsi mengaku senang bisa kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu Suwondo, Dukuh Kalitengah Lor tampak merasa terharu terdengar dari suaranya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, Pemda DIY, Pemkab Sleman, BPBD DIY, Sleman dan semua organisasi yang terlibat,” kata Suwondo.

Ia sudah menantikan waktu ini setelah hampir 3 bulan.

Menurutnya, selama ini, para pengungsi diberi fasilitas layak oleh pemerintah. Mereka ditempatkan di Barak Pengungsian Glagaharjo yang dilengkapi dengan sekat kayu dan kasur.

“Makanan yang disediakan juga cukup untuk makan tiga kali sehari dengan menu sehat, lengkap dengan sayur,” kisahnya.

Meski pulang ke rumah, Suwondo dan warganya tetap akan waspada terhadap ancaman Gunung Merapi.