SM/Arif Widodo - BARENG : Mahasiswa kembar bareng menyelesaikan kuliah pascasarjana IAINU Kebumen.

KEBUMEN, SM Network – Pemandangan berbeda terjadi pada pelaksanaan sidang ujian munaqosah tesis pascasarjana IAINU Kebumen, Kamis (29/4). Situasi tersebut diungkapkan para penguji yang terdiri atas Dr Imam Satibi dan Dr Bahrul Ilmi.

Mereka mengaku dibuat terkecoh lantaran mengira 1 mahasiwa mengikuti ujian 2 kali. Hal sama juga dialami Sekretaris Sidang Faisol MAg dan Ketua Sidang Fikria Najitama MSi. Di mana setelah sidang munaqosah atas nama Siti Masruroh, diikuti mahasiswa pascasarjana lainnya dengan wajah mirip peserta sebelumnya.

“Saya adalah peserta yang kedua dengan nama Siti Masngudah,” ucap Siti Masngudah sambil mengenalkan dirinya seraya memecah suana hening yang terjadi di ruang sidang. Ia rupanya sudah menyadari bahwa kehadirannya dalam sidang tersebut bakal membuat terkecoh para penguji.

Untuk diketahui, Siti Masngudah dan Siti Masruroh merupakan dua sosok kembar yang sama-sama menempuh pendidikan pascasarjana IAINU Kebumen. Mereka yang sama-sama pula menjadi guru PNS yang diperbantukan itu merupakan anak dari pasangan Ismangil dan Siti Mutingah asal Kabupaten Cilacap.

Keduanya yang lahir pada 26 Juni 1977 ini sudah berumah tangga dan menempati rumah berbeda di Pesugihan Cilacap. Masngudah pun menyampaikan perasaan bahagianya karena berhasil menyelesaikan studi S2 bareng saudara kembarnya, Siti Masruroh dengan waktu kurang dari 2 tahun.

“Banyak ilmu dan pengetahuan praktis yang kami peroleh dari kuliah S2 IAINU Kebumen,” katanya.

Dikatakan, perkulian dan pelayanan yang berbasis student well being membuat mahasiswa sangat happy dan bersemangat. Lebih-lebih, terang Masngudah, banyak pengalaman baru di tahun terakhir karena harus kuliah online dengan Zoom Meeting. “Teknologi ini sangat bermanfaat bagi kami yang berprofesi jadi guru,” imbuh Masngudah.

Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi usai menguji mahasiswa kembar tersebut juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian mutu akademik pascasarjana Disebutkan, tuntutan dari lembaga kepada mahasiswa pascasarjana yaitu studi tepat waktu, capaian nilai akademik dan masa tunggu lulusan 0 tahun.

“Kedua mahasiswa kembar tersebut dapat meraih itu dan demikian pula mahasiswa yang lain, baik dari Cikacap, Purbalingga, Banjar, Purworejo dan Magelang serta Kebumen,” jelas Imam.

Imam Satibi juga menyampaikan saat ini bagi yang telah munaqosah dan dinyatakan lulus, maka secaraformal bisa menyandang gelar MPd sambil menunggu proses wisuda. “Bahkan saya menyarankan untul syukuran ke tetangga terdekan sambil mohon doa restu agar ilmunya barokah dan manfaat fidunya hatal akhirot,” tuturnya. (K5)